Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merasa Memiliki Tubuh dan Jiwa yang Sama, Perempuan Ini Hidupkan Lagi Kembarannya!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 02 Agustus 2017 |09:51 WIB
Merasa Memiliki Tubuh dan Jiwa yang Sama, Perempuan Ini Hidupkan Lagi Kembarannya!
Anak Kembar (Foto: BBC)
A
A
A

MENJALANI hidup sebagai penyintas kanker bukan hal yang mudah. Tapi, bukan berarti Anda tidak bisa mengharapkan adanya kesembuhan. Beberapa dari kasus kanker diketahui bisa ditangani dengan baik. Asalkan perawatan dan pengobatan dilakukan dengan baik dan benar.

(Baca Juga: Atur Porsi Makan dengan Konsep Piring T, Apakah Itu?)

Bagi penderita kanker kulit khususnya, menjadi kesulitan sendiri ketika luka yang terjadi akibat masalah itu semakin lama semakin besar. Seperti yang terjadi pada Marian Fields asal Missouri, Negara bagian Amerika Serikat. Luka di punggungnya semakin lama semakin besar. Sampai akhirnya salah seorang ahli bedah plastic di Amerika Serikat menolak melakukan operasi karena terlalu berisiko.

(Baca Juga: Viral! Jadi Pembicaraan Publik, Tak Hanya Cantik, Dokter Bedah Ini Juga Berprestasi)

Harapan hidup Marian pun mengecil. Hidupnya seperti tidak akan lama lagi. Tetapi, kembar identiknya, Marry Jane, menawarkan diri untuk memberikan kulit dan jaringannya kepada Marian. Ya, kedua perempuan itu adalah seorang kembar identik. Marry menjelaskan, dengan apa yang dilakukannya, itu adalah solusi terbaik bagi kembarannya itu.

(Baca Juga: Jarang Disadari! Kesalahan saat Berolahraga Lari bagi Para Pemula)

’’Saya memiliki apa yang Marian butuhkan. Sebagai kembar identik, saya pastikan tubuh dan jiwa kita adalah satu. Jadi, apa yang ada di tubuhnya Marian, itu pun ada di tubuh saya,’’ katanya dikutip BBC.

Setelah persetujuan tersebut, operasi pun dilakukan. Namun, dijelaskan ahli bedah plastic dari MD Anderson Cancer Center di University Texas dr Jesse Selber, operasi yang bakal dilakukan itu termasuk dalam operasi yang cukup rumit. Sebab, tindakan yang harus dilakukan bukan lagi memperbaiki jaringan kulit Marian yang biasanya dilakukan dengan operasi dan radiasi.

Tapi, kali ini timnya yang terdiri dari 5 orang ahli bedah plastik harus memindahkan kulit, jaringan, dan pembuluh darah dari bagian perut Marry dan mentransplantasikannya ke punggung Marian. Diketahui, para ahli harus menghubungkan delapan arteri dan vena yang berbeda di bawah mikroskop selama operasi.

 (Baca Juga: Rajin Olahraga Lari 30 Menit Sehari Jelang Menstruasi Cegah Kram)

Perlu diketahui, luka punggung Marian akibat kankernya itu sebesar 55 cm x 22 cm. Dengan ukuran tersebut, luka yang dimiliki Marian dikategorikan sebagai salah satu transplantasi jaringan terbesar yang pernah ada. “Luka Marian sangat besar. Tanpa kesediaan saudara kembarnya itu, mungkin upaya medis tidak akan cukup bisa untuk merekonstruksi ulang bagian luka tersebut. Makanya, tindakan operasi dan radiasi saja tidak akan berhasil jika tidak ada donor kulit,’’ kata dr Selber.

Operasi tersebut dilakukan selama 14 jam. Upaya tersebut pun berbuah manis. Dr Selber menjelaskan, sebelum operasi Marian tidak bisa berbaring, telentang, atau pun duduk di kursi dengan benar. Namun, setelah operasi itu dilakukan, Marian telah kembali mendapatkan kehidupannya yang normal. Jahitannya pun diketahui sudah dilepaskan.

’’Saya tidak sabar untuk kembali bekerja, mengemudi, berlari, dan duduk dengan nyaman. Saya siap hidup kembali,’’ tutur Marian penuh haru.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement