Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Motif Kain Tenun Khas Dayak, Idenya Lahir dari Mimpi sang Penenun saat Tidur

Mengenal Motif Kain Tenun Khas Dayak, Idenya Lahir dari Mimpi sang Penenun saat Tidur
Para penari Dayak (Foto: Jessica Helena Wuysang/Antara)
A
A
A

MOTIF kain tenun khas masyarakat Dayak di Kalimantan memang sangat cantik dan begitu populer. Motif tersebut, ternyata tidak lahir begitu saja. Rupanya, idenya lahir lewat mimpi yang hadir dalam tidur para penenunnya.

Meski zaman sudah berkembang dan modern, namun untuk melahirkan suatu gambar dalam sehelai kain tenun tradisional khas suku Dayak, para penenun menemukan idenya dari mimpi-mimpi yang dialami.

Mimpi tentang kehidupan, dewa, manusia, hewan, tumbuhan, bahkan hantu, itu kemudian dituangkan dalam gambar ataupun lukisan di kain-kain tenun yang dibuat para perempuan Dayak yang mendiami rumah betang di wilayah kabupaten di Kalimantan Barat. Melalui kain tenun, para penenun menuangkan cerminan kehidupan yang muncul dari mimpi-mimpi mereka.

Ketua Dewan Kesenian Kalbar, Yohanes Palaunsoeka mengatakan, gambar di kain tenun, pada dasarnya merupakan suatu lukisan. Lukisan penggambaran dari mimpi atau ilham si penenun.

"Jadi, apa yang dia dapatkan dalam alam mimpi, dituangkan dalam bentuk tenunan," kata budayawan itu saat ditemui di Rumah Adat Radakng Pontianak, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, rata-rata gambar dalam tenunan tetap merupakan ruang lingkup kehidupan manusia, tetap ada hubungannya dengan manusia, alam atas, dan alam bawah. Juga dengan alam sekitar, binatang, dan tumbuh-tumbuhan.

"Keseimbangan kehidupan antara manusia dengan alam, sangat luas," katanya.

Dalam tenunan, juga digambarkan tentang nasib. Tentang sampan karena transportasi zaman dulu dengan sampan, kemudian ada pucuk rebung karena dalam kehidupan itu untuk sayur mayur makanan mereka.

"Namun jika dalam mimpi mereka (penenun) bertemu dengan buaya, atau ular, nah itulah yang digambarkan dalam abstraksi mereka, bentuk ular, buaya, bisa juga bentuk manusia," katanya, menambahkan.

Jika manusia, maka itu kemungkinan penggambaran dari dewa, dewa pelindung, ada juga kemungkinan hantu, hantu penjaga air. Semua itu adalah presentasi dari ekspresi mereka dengan pola-pola abstraksi bentuk dari apa yang mereka inginkan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement