Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertama di Dunia, Grup Orkestra asal Mesir Berhijab dan Tuna Netra

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Rabu, 26 Juli 2017 |14:44 WIB
Pertama di Dunia, Grup Orkestra asal Mesir Berhijab dan Tuna Netra
Grup orkestra tuna netra (Foto: OddittyCentral)
A
A
A

MEMILIKI keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk beraktivitas atau pun berkarya. Setidaknya hal inilah yang menggambarkan sekelompok wanita berhijab yang tergabung dalam grup orkestra yang dibentuk oleh asosiasi bernama Al Nour Wal Amal.

Belajar memainkan alat musik, seperti violin, cello, atau flute bukan hal yang mudah. Namun, pernahkah Anda membayangkan mereka memainkannya tanpa melihat?

Ya, Al Nour wal Amal merupakan asosiasi yang menciptakan orkestra pertama di dunia dengan seluruh anggota yang mengenakan hijab. Selain berhijab, para wanita tersebut juga tuna netra sehingga hanya mengandalkan ingatan dalam mempelajari komposisi saat memainkan musik klasik, seperti Mozart, Brahms, Strauss, atau Tchaikovsky.

Mereka juga dituntut untuk melatih ingatan agar bisa mengingat setidaknya 45 komposisi saat konser, bisa tampol maksimal saat konser, serta bisa menyelaraskan harmonisasi irama saat tampil, karena para hijabers ini tak bisa melihat. Memang terkesan mustahil, namun terbukti mereka bisa melakukan hal tersebut dengan sukses.

 

Dibentuk pada 1954, asosiasi Al Nour wal Amal menjadi lembaga non pemerintah yang membantu para remaja perempuan dan wanita tuna netra. Hingga hari ini, para wanita yang tergabung dalam orkestra tersebut telah mendapat perawatan, pendidikan, pelatihan kejuruan, kesempatan kerja, dan mendapatkan kerja di masyarakat.

Nah, pencapaian luar biasa telah dilakukan oleh orkestra musik klasik ini. Bermula dari 15 anggota, kini mereka telah berkembang menjadi 48 kelompok yang kerap kali melangsungkan konser di lima benua.

Pertama-tama, mereka belajar membaca komposisi musik dalam huruf braille kemudian menghapalnya. Mereka berlatih lebih dari lima jam dalam sehari di bawah didikan guru dari akademi musik serta orkestra simfpni Kairo. Mereka berlatih hingga bisa melakukannya dengan tepat.

Namun, tak bisa dipungkiri bila bagian tersulit mereka adalah saat tampil bersama grup. Mereka pun bergantung pada ketukan dan pemandu vokal konduktor agar permainan mereka bisa tepat pada waktunya.

Kedengarannya memang hampir mustahil, seorang violinist bernama Shaimaa Zakaria pun mengungkapkan pengalamannya kala bermain alat musik saat konser.

"Telingaku tahu kalau setelah nada ini, ada instrumen ini, maka aku akan mulai bermain. Jadi, kami akan merasakan musiknya," kata Shaimaa seperti dilansir OddityCentral, Rabu (26/7/2017).

"Aku tidak berpikir ada tantangan berarti karena aku tak bisa melihat. Tapi, aku bisa bilang kalau kita sampai pada sebuah titik di mana kita bermain simfoni klasik menggunakan telinga tanpa notes dan itu adalah sesuatu yang tidak setiap musisi bisa lakukan," terangnya.

Atas penampilan mereka, banyak penikmat musik dan beberapa pihak yang tak percaya jika mereka benar-benar buta.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement