Setelah berada di dalam gua, tidak ada seberkas cahaya pun yang menerangi. Wisatawan harus membawa sendiri sumber cahaya mereka seperti senter. Langkah kaki pun mesti diperhatikan ketika berjalan menuju lokasi tempat terpancarnya cahaya surga karena medan jalan cukup terjal dan berbatu.
Setibanya di lokasi cahaya surga, wisatawan harus bersiap-siap terhipnotis. Cahaya yang terpancar dari atas lubang gua seakan cahaya kiriman dari surga yang menyapa umat manusia.
Sekejap segala lelah dan penat yang ada dalam tubuh pun hilang berganti rasa penuh syukur dan takjub akan ciptaan Tuhan yang Maha Agung. Tebing bebatuan yang ada di dalam gua juga tidak kalah eksotis menyihir pandangan mata hingga mampu membuat wisatawan lupa berkedip.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.