TIDAK banyak masyarakat Indonesia yang tahu kalau ada yang spesial dari Suku Asmat, Papua. Bukan hanya karena budaya dan adat istiadatnya yang masih kental, tapi ada satu fakta yang akan mengejutkan siapa pun yang mendengarnya.
Salah satu suku terbesar di Papua ini ternyata merupakan titisan Dewa Furmeripitsy. Cerita bermula pada dahulu kala, Dewa Fumeripitsy turun ke bumi dan melakukan petualangan dari ufuk barat matahari terbenam.
Saat menjelajahi bumi, Dewa Fumeripitsy bertemu dengan seekor buaya raksasa dan berkelahi dengannya, pertarungan dimenangkan oleh sang dewa. Walaupun menang, tapi sang dewa terluka parah dan membuatnya terdampar di sebuah tepi sungai.
(foto: Instagram/@generasipedulisejarah)
Hingga akhirnya ia bertemu dengan burung flaminggo yang memulihkan lukanya. Dalam sebuah wilayah Dewa Fumeripitsy membuat 2 buah patung dan sebuah genderang yang nyaring dan selalu mengiringinya menari. Tanpa sadar, karena dahsyatnya tarian sang dewa, kedua patung yang diukirnya pun ikut bergerak dan menari.