JIKA Gianyar, Bali, dikenal dengan kuliner khasnya berupa babi guling, berbeda halnya dengan daerah Tabanan. Melalui gelaran Tanah Lot Kreatifood and Art Festival 2017, olahan kuwir diharapkan bisa menjadi ikon kuliner khas Kabupaten Tabanan, Bali.
"Kuwir itu sangat dikenal di Tabanan, melalui acara ini diharapkan bisa membuat satu hal kreatif. Karena itu, ada lomba kuliner mengolah kuwir sehingga bisa membuat nilai tambah bagi kuwir dari segi penyajian, cita rasa, dan kebersihannya," papar Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, kala ditemui Okezone secara eksklusif di DTW Tanah Lot, Tabanan, Bali, Sabtu 8 Juli 2017.
Kuwir sendiri merupakan sejenis unggas menyerupai bebek atau entog. Meski tekstur dagingnya lebih keras dibandingkan bebek atau ayam, rupanya inilah yang menjadi tantangan masyarakat Tabanan dalam mengolahnya. Salah satu olahan kuwir yang tengah diperkenalkan pada Tanah Lot Creatifood and Art Festival 2017 adalah kuwir nyatnyat oleh kelompok siswa-siswi kelas 3 SMK Pariwisata Triatma Jaya, Tabanan, Bali.
Pembuatan kuwir nyatnyat diawali dengan merebus daging kuwir. Menurut Gilang, salah seorang siswi yang mengolahnya, daging kuwir pada bagian dada merupakan yang paling lezat. Setelah merebusnya, daging kuwir kemudian disuwir dan dibumbui dengan campuran bumbu khas Bali.
Bumbu khas Bali yang digunakan untuk mengolah kuwir nyatnyat terdiri dari lengkuas, kunyit, kencur, laos, bawang putih, bawang merah, dan ketumbar, lalu melalui proses ungkep selama kurang lebih 3,5 jam.
“Bila ingin mengolah kuwir, sebaiknya metode yang pas untuk mendapatkan tekstur daging yang lembut adalah melalui proses ungkep. Karena kalau dipresto akan membuat cita rasa kuwir itu sendiri menjadi hilang,” terang Gilang, salah seorang siswi, kala berbincang-bincang dengan Okezone di DTW Tanah Lot, Tabanan, Bali.
Proses ungkep dilakukan sampai air yang berasal dari bumbu perlahan menghilang atau tersisa sedikit. Inilah yang kemudian disebut dengan nyatnyat. Kuwir nyatnyat akan lebih lezat bila disantap bersama nasi merah.
“Tabanan itu dikenal dengan sawahnya, ketika lumpur di sawah mulai mengering tetapi masih ada sedikit airnya, itulah yang dinamakan nyatnyat,” tutupnya.
(Hessy Trishandiani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.