WISATA pantai selama ini memang begitu kental dikenal oleh dunia ketika berkunjung ke Pulau Dewata sehingga membuat liburan lebih monoton. Namun, jika ingin memiliki pengalaman berbeda, Anda bisa lho mampir ke Tenganan sebuah desa wisata yang menyimpan nilai budaya yang tinggi.
Ketika pergi ke sini, Anda akan disambut dengan pesona rumah adat yang masih berdiri tegak. Rumah-rumah tersebut jauh sekali dari kata modern, di mana hanya dibangun oleh batu bata merah, batu sungai, dan tanah. Atapnya terbuat dari ilalang kering sehingga mirip dengan gubug.
Masyarakat di sana juga masih menjalankan hidup tradisional dengan menjalankan sistem pemerintahan awig-awig yang aturan hukumnya sudah ada sejak abad ke 11.
Untuk memilih pemangku adat, mereka bahkan memiliki upacara sendiri yakni dengan perang pisang. Momen ini pun banyak dimanfaatkan wisatawan dunia untuk belajar budaya dan mengabadikan foto terbaik mereka.
Anda juga akan kagum dengan masyarakat yang ramah dan kehidupan tradisional serta sederhana yang masih dijalankan oleh mereka. Anda juga bisa melihat dan membeli hasil seni yang dihasilkan seperti tenun dan juga perkakas unik yang terbuat dari kayu.
Desa Tenganan ini juga sudah ada sebelum kerajaan Majapahit melakukan invasi sehingga bisa terbilang usianya sudah cukup tua. Namun suasana sederhana akan membawa Anda hidup di masa lampau yang sulit ditemukan di zaman sekarang.
Destinasi ini berlokasi di kawasan Karangasem Provinsi yang dipimpin oleh I Made Mangku Pastika, dan I Ketut Sudikerta. Anda cukup menempuh perjalanan selama 2 jam dari kawasan Legian, Bali. (fid)
(Donald Banjarnahor)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.