SEBAGAI suku yang menjunjung tinggi tradisi dan budaya, masyarakat Jawa memiliki banyak ritual saat menjalami upacara adat. Termasuk di dalamnya ritual menyuguhkan makanan saat menggelar pesta pernikahan secara tradisional.
Dilansir dari Kesolo, Kamis (6/7/2017) pihak pengundang atau yang punya hajat harus menyuguhkan makanan dan minuman sebagai ungkapan terima kasih atas kehadiran dan doa restu yang diberikan pada kedua mempelai. Urutan suguhan makanan dan minuman dalam tradisi Jawa disebut dengan model Usdek yang terdiri dari berbagai suguhan.
U : Unjukan (Minuman)
Unjukan merupakan hidangan pertama yang disajikan kepada tamu undangan. Biasanya unjukan berupa teh manis yang didampingi berbagai hidangan pelengkap seprti jenang, jadah dan pisang.
S : Sup
Setelah unjukan, menu selanjutnya adalah sup yang biasanya berisi sayuran lengkap dengan kuah kaldu ayam yang bening dan gurih. Biasanya sup yang disajikan adalah sup manten dan khusus hanya ada di hari pernikahan saja.
D : Dhahar (makan)
Usai menyantap sup, selanjutnya tamu dihidangkan makanan berat atau makanan utama. Biasanya menu ini berupa nasi yang disajikan dengan berbagai lauk pauk seperti sambal goreng ati, daging, olahan telur dan pelengkap seperti sambal, kerupuk udang dan acar mentimun.
E : Es krim
Secara tradisional, masyarakat Jawa tidak mengenal es krim modern yang banyak ditemui di kota besar. Sebagai gantinya es krim yang jadi suguhan adalah es puter atau makanan manis dan dingin lain seperti agar-agar atau puding.
K : Kundur
Setelah es atau makanan manis, para tamu tidak akan dihidangkan makanan lagi karena proses menyuguhkan makanan sudah usai. Dalam bahasa Jawa, kundur memiliki arti pulang yakni tanda saatnya tamu undangan pulang.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.