Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UNCOVER INDONESIA: Tanpa Garis Pantai, Pulau Bungin Jadi Pulau Terunik & Terpadat Sedunia

Annisa Aprilia , Jurnalis-Rabu, 05 Juli 2017 |07:20 WIB
UNCOVER INDONESIA: Tanpa Garis Pantai, Pulau Bungin Jadi Pulau Terunik & Terpadat Sedunia
Pulau Bungin, Sumbawa (foto: Instagram/@tereliyequote_)
A
A
A

COBALAH untuk mencari di google image dengan keyword Pulau Bungin. Anda pasti akan menemukan foto-foto yang menunjukkan rentetan rumah-rumah dan perahu-perahu di sekelilingnya. Tidak perlu heran dan tercengang, karena memang begitulah adanya.

Ketika mengunjungi Pulau Bungin, wisatawan tidak akan menemui garis pantai, bibir pantai apalagi pasir putih yang bersih dan hangat. Pemandangan yang bisa dilihat di pulau ini hanyalah rumah, rumah, dan rumah dari awal turun kapal hingga menjejalahi dalamnya.

Pulau Bungin yang berada di Kecamatan Alas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, jadi pulau terpadat di dunia, karena di lahan seluas 8,5 hingga 12 hektar itu telah dihuni oleh lebih dari 3.500 orang. Bahkan dalam satu rumah bisa dihuni oleh lebih dari tiuga kepala keluarga, dikutip dari Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Rabu (5/7/2017).

Uniknya, sebelum pemerintah membangun jalan yang menghubungkan pulau dengan daratan, kegiatan mobilitas penduduknya hanya menggunakan perahu. Sayangnya, di Pulau Bungin tersebut tidak ada lahan hijau, sehingga hewan-hewan ternak yang dipelihara hanya bisa memakan sampah, seperti plastik dan kardus bekas.

Hal ini terjadi karena tidak ada rumput yang tumbuh di pulau yang dibangun di atas gundukan pasir dan karang itu. Luas Pulau Bungin semakin lama semakin bertambah luasnya karena pembangunan rumah yang menggunakan sistem reklamasi.

Di Pulau Bungin, penduduk yang membangun rumah tidak perlu membeli tanah, tinggal pilih ingin membangun rumah di lokasi sebelah mana, kemudian membuat gundukan dari pasir dan beri bendera sebagai penanda. Uruk laut dengan batu karang dan pasir, lalu bangun rumah di atasnya.

Maka, tidaklah heran jika sudah sejak lahir penduduk asli Pulau Bungin yang merupakan Suku Bajo, sudah berkenalan dengan gelombang. Suku Bajo yang memang terkenal sebagai suku pengembara laut dan penyelam ulung, mengenalkan anak-anak mereka sejak bayi pada dunia bahari lewat Upacara Toyah.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement