SIAPA yang punya tradisi, kalau Lebaran atau setelahnya, wajib makan bakso? Mungkin tak begitu banyak yang makan bakso saat Lebaran, namun beberapa masyarakat di Indonesia melakukan tradisi tersebut setelah Lebaran.
Kalau libur Lebaran belum makan bakso rasanya kurang afdol. Tapi, untuk liburan kali ini, lebih sayang kesehatan yuk. Salah satunya adalah memastikan bakso yang akan Anda makan itu sehat.
Walau sudah terbiasa dengan bakso tersebut, tidak ada salahnya untuk mulai disiplin dengan apa yang Anda makan. Dijelaskan Chef Dhea Annisa melalui siaran pers beberapa waktu lalu, berikut ciri bakso yang sehat dan terbebas dari boraks atau formalin.
1. Lihat warnanya
Bakso dengan warna abu-abu menandakan menggunakan daging sapi dalam jumlah cukup banyak. Sementara bakso yang warnanya pucat tandanya banyak menggunakan tepung terigu atau bahan tambahan lain. Bakso yang baik yang menggunakan daging segar tanpa pengawet memiliki warna yang lebih gelap, biasanya berwarna abu-abu. Warna yang gelap mengindikasikan bahwa bakso tersebut menggunakan lebih banyak daging ketimbang bahan lain.
2. Cek tingkat kekenyalan
Tingkat kekenyalan bakso tergantung kualitas daging sapi yang digunakan. Kalau kualitas daging sapinya bagus, maka bakso akan terasa kenyal dan bertekstur garing. Sementara kalau terlalu banyak tepung maka akan bertekstur cenderung kenyal namun keras. Kekenyalan ini juga perlu diperhatikan, karena bakso berformalin biasnya terlalu kenyal.