Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

JELAJAH ISLAM: Kisah Sunan Muria dan Umara-Umari yang Berubah Jadi Bulus di Kudus

Annisa Aprilia , Jurnalis-Senin, 03 Juli 2017 |06:12 WIB
JELAJAH ISLAM: Kisah Sunan Muria dan Umara-Umari yang Berubah Jadi Bulus di Kudus
Makam Sunan Muria (foto: Instagram/@djowo_fedex)
A
A
A

TINGGAL di Puncak Gunung Muria, Kudus dan kerap naik-turun gunung untuk berdakwah pada masyarakat membuat Raden Umar Said dipanggil Sunan Muria. Putra dari Sunan Kalijaga dan Dewi Soejinah tersebut memiliki banyak kisah yang bercerita tentang kehebatan dan karomahnya.

Benda-benda peninggalannya seperti pelana kuda masih dipercaya memiliki kekuatan magis untuk menurunkan hujan bagi masyarakat setempat. Jadi, setiap Jumat Wage di musim kemarau, masyarakat mengadakan upacara guyang cekathak yang artinya memandikan pelana kuda Sunan Muria.

Air cucian pelana kuda nantinya akan dipercikkan ke warga. Setelah mencuci pelana kuda, kemudian warga berdoa dan salat Istisqa, meminta hujan.

Kisah mengenai Sunan Muria dengan kehebatannya ternyata juga pernah terjadi saat malam Nuzulul Quran di bulan Ramadan. Ketika dalam perjalanannya menuju tempat Mbah Dudo, seorang ulama penyebar agama Islam di Kudus, ia bertemu dengan Umara dan Umari, yang merupakan santri Mbah Dudo, sedang mencabuti bibit padi di sawah pada malam hari Nuzulul Quran.

. Muria semakin sejahtera.. . #kudus #sunanmuria #colo #dawe #lumixfz200

A post shared by Galih Manunggal (@instagalih) on Apr 24, 2017 at 5:35am PDT

Sunan Muria menegur kedua santri itu, "Lho, malam Nuzulul Quran kok tidak membaca Alquran, malah di sawah berendam di air seperti bulus saja!" Lantas seketika kedua santri yaitu Umara dan Umari berubah menjadi bulus atau kura-kura air tawar.

Mengetahui hal tersebut, Mbah Dudo meminta maaf pada Sunan Muria atas kesalahan santri-santrinya. Tapi, apa boleh buat, semua sudah terlanjur, Umara-Umari telah berubah wujud dan tidak akan pernah bisa kembali jadi manusia lagi.

Dari peristiwa yang terjadi pada Umara dan Umari, kita bisa belajar, saat malam Nuzulul Quran seharusnya kita membaca dan mempelajari Alquran dan tidak berkeliaran ke mana-mana.

A post shared by agus riyantiko (@djowo_fedex) on Jun 14, 2017 at 9:48am PDT

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement