Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngabuburit di Malioboro Sembari Menikmati Nuansa Yogyakarta Tempo Doeloe

Tentry Yudvi , Jurnalis-Sabtu, 10 Juni 2017 |16:28 WIB
<i>Ngabuburit</i> di Malioboro Sembari Menikmati Nuansa Yogyakarta <i>Tempo Doeloe</i>
Ilustrasi Malioboro, Yogyakarta (foto: Nurdiansyah/Antara)
A
A
A

Suasana Malioboro begitu berkesan, sangat eksotis, dan orang lokal pun berjalan dengan senyuman. Bahagia itu begitu sederhana. Turis asing juga terlihat asyik menjajal keindahan jalan Malioboro.

Hal yang belum bisa ditemukan di kota lainnya, adalah pemanfaatan gedung-gedung tua yang dijadikan tempat usaha. Meski sudah usang, dengan usaha modern, suasana kolonial seperti terulang kembali ketika berjalan di Malioboro.

Begitu menakjubkan, kelap-kelip lampu yang menghiasi gedung membuat suasana begitu indah, dan instagramable sekali. Terlebih ketika melihat pasar Beringharjo, yang merupakan pasar tertua di Yogyakarta. Siapa yang meyangka jika pasar tradisional ini berdiri di atas gedung tua peninggalan sejarah, sehingga gaya arsitektur Belanda dan Jawa terlihat jelas di temaramnya malam.

Tak jauh dari sana, ada sudut yang membuat Okezone tertarik untuk mengabadikannya. Sebuah gereja tua yang nampaknya sudah ada sejak zaman Belanda, karena arsitektur zaman dulunya begitu kental. Terlebih, pengelola menempatkan lampu led untuk memberikan nyawa pada bangunan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement