RIBUAN megalitikum di Kabupaten Lahat yang dipimpin Aswari Rivai memang mempunyai beragam arti yang tersirat. Salah satunya yakni Megalit yang berbentuk Batu Macan.
Megalit Batu Macan ini berada di Kecamatan Pulau Pinang, Desa Pagar Alam Pagun, dan sudah ada sejak zaman Majapahit pada abad ke-14. Oleh penjaga situs kuno tersebut, Batu Macan ini disebut sebagai simbol penjaga terhadap perzinahan dan pertumpahan darah.
Empat daerah yang dijaga yakni Pagar Gunung, Gumai Ulu, Gumai Lembah, dan Gumai Talang. Pak Idrus sang penjaga situs mengatakan, kisah adanya batu macan terkait dengan legenda si pahit lidah yang beredar di masyarakat.
Pada waktu itu, si pahit lidah sedang berjemur di batu penarakan sumur tinggi. Pada saat sedang berjemur, si pahit lidah melihat seekor macan betina yang sering menggangu masyarakat desa. Pahit lidah mengingatkan agar macan tersebut tidak mengganggu masyarakat desa.
Namun, macan tersebut tidak menuruti apa yang disampaikan oleh si pahit lidah. Padahal si pahit lidah sudah menasehati macan tersebut sampai tiga kali, sampai akhirnya si pahit lidah berucap “ai, dasar batu kau ni”.