Smith juga mengaku, cabai yang dikembangkannya ini juga diciptakan dengan hasil kejasama bersama Nottingham Trent University dalam hal penggunaan obat medis.
"Ini dikembangkan sebagai alternatif anastesi karena banyak pasien yang alergi pada jenis anastesi yang ada," kata Smith. Karena tingkat pedas yang tinggi itu minyak cabai berpotensi membuat kulit menjadi mati rasa dan bisa bekerja sebagai obat bius yang jitu.
Sejauh ini belum diadakan percobaan penambahan cabai ini pada makanan. Selain sangat pedas, cabai ini tampaknya memiliki resiko yang cukup besar jika dijadikan campuran bahan makanan.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.