TINGKATAN luka kaki pada penderita diabetes sangat beragam , jika tidak segera mendapatkan penanganan maka bukan tidak mungkin akan menjadi semakin parah. Langkah akhir yang harus ditempuh adalah amputasi. Kenali ciri luka kaki yang sudah harus diamputasi.
Setiap orang pastinya tidak ingin kehilangan anggota tubuhnya, termasuk si pengidap diabetes dengan luka kaki yang cukup parah. Amputasi adalah langkah akhir ketika pengobatan yang dilakukan sudah tidak bisa lagi menolong.
Dikatakan dr. Ihsan Oesman, Sp. OT (K) amputasi harus dilakukan untuk beberapa kondisi, khususnya bagi yang lukanya sangat parah dan luas. “Amputasi itu mutlak dilakukan kalau mengancam jiwa, infeksinya sudah luas,organ kaki juga sudah tidak ada fungsinya dan dikhawatirkan toksinnya menyebar ke atas,” kata dr. Ihsan.
Dokter spesialis ortopedi ini juga menyarankan pasien untuk amputasi jika ingin pengobatannya berjalan dengan cepat. “Ada pasien yang sudah parah lukanya dan mau pengobatannya cepat, caranya ya amputasi lalu pakai kaki palsu,” lanjutnya.
Kendati demikian meskipun sudah diamputasi, penyakit ini tidak akan berhenti sampai situ. Bisa saja selnya naik dan menjalar ke bagian lainnya. “Diabetes tidak akan berhenti, misal tiga bulan baikan dan enggak kontrol, ini bisa saja selanjutnya kambuh. Jadi meskipun sudah amputasi harus cek tiga bulan sekali minimal,” pungkas dr. Ihsan.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.