BANYAK orang yang tak sadar dengan cara penularan tuberkulosis TB. Tiba-tiba sebelum terdiagnosa, pasien mengalami batuk kronik yang malah diabaikan.
Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr HM Subuh MPPM mengatakan, pasien yang tertular TB tak memandang jenis kelamin dan status ekonomi. Semua kalangan dapat mengalami penyakit menular langsung ini, apalagi kalau sering menghabiskan waktu di tempat umum.
"Jangan sangka TB hanya untuk orang yang enggak mampu. Deteksi penyakitnya harus benar-benar dilakukan secara komprehensif," ujar Subuh saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis 23 Maret 2017.
Apabila pasien tiba-tiba mengalami batuk kronik yang tak kunjung sembuh dalam waktu dua minggu jangan diabaikan.
"Kalau dua minggu batuk, itu bukan batuk biasa. Jd kalau udah batuk, dua minggu enggak sembuh kita hrs curiga," tambahnya.
Pencegahannya, Subuh menyarankan agar Anda membiasakan diri menggunakan masker saat keluar rumah. TB menular lewat droplet yang bakterinya menyebar lewat udara.
"Kalau kita ke pasar misalnya, ada orang batuk harus hati-hati. Itu bisa menularkan 0-3500 partikel. Kita mawas diri untuk melindungi diri sendiri, karena kemungkinan di mana saja ada TB," pangkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.