BERSAMAAN dengan Hari Perempuan Internasional 8 Maret, Kota Melbourne di Victoria, Australia meluncurkan lampu tanda penyeberangan khusus wanita dalam 10 figur. Inisiatif komite di belakang upaya ini dimaksudkan untuk menghilangkan diskriminasi yang ada.
Chief executive komiter tersebut, Martine Letts, mengatakan bahwa siluet laki-laki dalam lampu tanda penyeberangan adalah bentuk diskriminasi pada perempuan. Dia menganggap adanya dua siluet gender akan lebih adil.
#Equalcrossings traffic lights up and running at the Flinders/Swanston St intersection @Equalcrossings1 pic.twitter.com/bNOdvhO3Im
— Committee for Melb (@Committee4Melb) March 7, 2017
Kelompoknya juga berharap ini dapat dicapai melalui perubahan legislatif pada Keamanan Jalan. Hal ini karena perubahan akan cukup mengeluarkan banyak biaya, dengan rata-rata USD8.400 hanya untuk mengubah enam lampu lalu lintas.
Menurut otoritas pengujus jalan Victoria, VicRoads, di Melbourne sendiri ada lebih dari 3900 set lampu lalu lintas. Meski beberapa orang menyetujui inisiatif tersebut, beberapa mengkritik dan memicu banyak perdebatan di Australia.
Seperti dikutip dari Lonelyplanet, Jumat (10/3/2017), kritik yang beredar seperti mengapa figur perempuan ditentukan dengan gaun yang dipakai, dan tentang uang yang dianggap lebih baik digunakan untuk kepentingan lainnya.
(foto: Stefan Postles/Getty Images/Lonely Planet)
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.