Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Transplantasi Rambut untuk Kebotakan, Seperti Apa Ya?

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Selasa, 21 Februari 2017 |14:54 WIB
Transplantasi Rambut untuk Kebotakan, Seperti Apa Ya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SALAH satu aspek penting dari penampilan yang sangat memengaruhi penampilan adalah rambut. Dengan orang bertumbuh dewasa, rambut menjadi semakin pudar dan sedikit, beberapa hingga mengalami kebotakan. Banyak orang yang memilih untuk transplantasi rambut untuk mengembalikan rambut yang sehat. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang prosedur ini, dan apa yang perlu diketahui.

Apa tujuan utama dari transplantasi rambut?

Operasi transplantasi rambut digunakan untuk menutupi bagian botak di kulit kepala. Prosedur ini dapat meningkatkan penampilan dan kepercayaan diri pada orang dengan rambut yang menipis. Prosedur ini tidak dapat menghasilkan rambut baru, namun hanya memindahkan rambut dari bagian tubuh lain ke area yang botak. Kebanyakan orang yang melakukan transplantasi otak memiliki pola kebotakan. Pada beberapa kasus, orang-orang dengan kerontokan rambut yang disebabkan oleh lupus, cedera atau masalah medis diatasi dengan transplantasi rambut.

Seperti apa proses transplantasi rambut?

Selama transplantasi rambut, rambut dipindahkan dari area yang tebal ke area yang botak. Kebanyakan transplantasi rambut dilakukan oleh dokter. Prosedur dilakukan sebagai berikut:

  • Anda diberikan anestesi lokal untuk membuat kulit kepala kebas. Anda juga dapat diberikan obat untuk lebih rileks.
  • Kulit kepala Anda dibersihkan dengan menyeluruh.
  • Bagian dari kulit kepala yang berambut diangkat dengan pisau bedah. Area kulit kepala ini disebut area donor. Kulit kepala ditutup dengan jahitan kecil.
  • Kelompok kecil dari rambut, atau rambut individu, dipisahkan dengan hati-hati dari kulit kepala yang diangkat.
  • Area botak yang akan diberikan rambut ini dibersihkan. Area ini disebut area penerima.
  • Sayatan kecil dibuat di area yang botak.
  • Rambut yang sehat diletakkan secara hati-hati pada sayatan. Selama 1 sesi perawatan, ratusan atau bahkan ribuan rambut dapat ditransplantasi.

Apa yang harus dilakukan setelah operasi transplantasi rambut?

Ikuti petunjuk dokter tentang perawatan kulit kepala dan perawatan sendiri lainnya. Hal ini penting untuk memastikan penyembuhan. Untuk 1-2 hari setelah prosedur, Anda dapat memiliki perban operasi yang besar atau yang lebih kecil yang dapat ditutupi dengan topi. Selama proses pemulihan, kulit kepala Anda mungkin akan sangat sensitif. Anda mungkin memerlukan obat penawar rasa sakit, dan/atau antibiotik atau obat anti radang setelah operasi.

Sering kali, rambut dapat rontok setelah transplantasi, namun rambut baru akan bertumbuh pada folikel rambut yang ditransplantasi. Namun mungkin akan diperlukan beberapa waktu untuk melihat pertumbuhan rambut baru.

Seberapa efektif transplantasi rambut untuk mengatasi kebotakan?

Keberhasilan dan jumlah rambut pada area tergantung pada seberapa banyak folikel rambut yang tetap sehat setelah ditransplantasi. Anda mungkin akan memerlukan beberapa operasi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Proses pemulihan di antara operasi biasanya memerlukan beberapa bulan. Walau operasi transplantasi rambut dapat menjadi perawatan permanen untuk kerontokan rambut, prosedur ini biasanya mahal dan memerlukan beberapa kali operasi dan memakan waktu hingga 2 tahun untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Apa saja risiko menjalani transplantasi rambut?

Risiko dari operasi transplantasi rambut umumnya meliputi:

  • Kematian folikel rambut setelah ditransplantasi, di mana rambut baru tidak akan bertumbuh.
  • Tampilan tidak alami dengan pola rambut yang tidak sempurna.
  • Operasi.
  • Luka.
  • Perdarahan berlebih.

(Ranto Rajagukguk)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement