Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos-Mitos Seputar Perayaan Cap Go Meh

Renny Sundayani , Jurnalis-Sabtu, 11 Februari 2017 |10:09 WIB
Mitos-Mitos Seputar Perayaan Cap Go Meh
Perayaan Cap Go Meh (Foto: Okezone)
A
A
A

USAI perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa akan melanjutkan tradisi Cap Go Meh yang jatuh pada tanggal ke-15 di bulan pertama. Namun bagi masyarakat awam, mungkin banyak yang belum tahu beda tradisi Imlek dan Cap Go Meh.

Penutupan Imlek ini dilakukan di berbagai negara yang salah satu penduduknya adalah kaum Tionghoa. Meskipun dirayakan di tempat yang berbeda, Festival Lampion atau Festival Musim Semi di Tiongkok memiliki fakta yang sama. Berikut 4 fakta tentang perayaan Cap Go Meh, seperti yang dilansir dari Scmp, Sabtu (11/2/2017).

Berumur lebih dari 2.000 tahun

Festival Lampion selalu dirayakan pada hari ke-15 dalam kalender lunar atau pada bulan purnama pertama di tahun baru. Perayaan ini mulai dilakukan pada masa pemerintahan Dinasti Han sejak tahun 206 Sebelum Masehi. Saat itu, Biksu Buddha menyalakan lampion sebagia tanda hormatnya pada Sang Buddha. Akhirnya hingga sekarang, menerbangkan lampion menjadi sebuah tradisi yang menyimbolkan keberuntungan.

Hari Valentine-nya Tiongkok

Festival Lampion juga disebut sebagai Hari Valentine di Tiongkok. Dulu, seorang perempuan diberi kesempatan untuk keluar rumah tanpa pendamping. Sehingga mereka mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan laki-laki yang mungkin dapat menjadi pendamping hidupnya kelak. Cahaya lampion juga dianggap sebagai tanda harapan dalam hubungan asmara.

Hong Kong Dipenuhi Lampion Unik

Hong Kong selalu dipenuhi dengan lampion untuk merayakan hari penutup rangkaian Tahun Baru Imlek. Di berbagai tempat publik, kamu bisa melihat lampion dengan berbagai macam bentuk yang menarik.

Berakhirnya berbagai mitos

Selama perayaan Tahun Baru Imlek, dipenuhi dengan mitos-mitos yang membuat banyak orang harus menghindari hal tertentu. Beberapa mitos di antaranya adalah tidak boleh datang ke rumah sakit, membiarkan anak kecil menangis, hingga memecahkan perabotan rumah tangga. Namun semua itu tidak akan berlaku setelah rangkaian Imlek berakhir.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement