DALAM Islam khususnya untuk kaum wanita atau muslimah, diwajibkan untuk menutup aurat ketika baligh atau beranjak dewasa. Karena keharusan menutup aurat ini, pakaian menjadi kebutuhan yang penting.
Alhasil, tren busana muslimah pun semakin menggeliat. Untuk penutup aurat bagian kepala, seperti yang telah diketahui ada tiga jenis yang paling dikenal oleh banyak orang yakni, jilbab, hijab dan yang paling terbaru, khimar.
Namun dari ketiganya, apakah sama saja? Dimana letak perbedaannya? Kepada Okezone, desainer busana muslim Sameera Mochammad Bafagih, menjelaskan perbedaannya berikut ini.
"Hijab yakni artinya kain pembatas, bisa juga pembatas antara laki-laki dan perempuan di Masjid atau dalam suatu ruangan, jadi artinya tidak spesifik penutup aurat wanita," beber Sameera.
Lanjutnya, untuk hijab akhirnya diserap menjadi penutup aurat bagian kepala. Ini terlihat dari banyaknya muslimah kini memakai kain panjang atau pashmina yang seperti kain pembatas lalu dililitkan ke kepala.
Kemudian, bagaimana dengan jilbab? Desainer yang berbasis di Bandung ini menggatakan bahwa jilbab sesungguhnya adalah gamis yang menutup seluruh aurat.
"Kalau jilbab makna sebenarnya yakni gamis menutup seluruh aurat. Dengan bacaan arabnya Jalabaab. Jadi tidak semua hijab adalah jilbab, tapi jilbab pasti dikatakan hijab," jelas Sameera.
Adapun khimar yang kini tengah digemari banyak kaum hawa, lebih spesifik sebagai penutup kepala. Sehingga, alangkah baiknya jika muslimah ingin mengikuti syariat agama maka gunakan khimar sebagai penutup aurat karena akan menutupi hampir setengah tubuh Anda.
"Khimar yakni kain yang menutup kepala, leher dan dada (yang tidak diikat di leher), jadi fungsinya lebih menutupi aurat wanita sesuai syariat agama," pungkasnya.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.