DI awal tahun banyak gunung-gunung yang ditutup untuk kepentingan perbaikan jalur dan ekosistem sampai menghindari risiko di musim hujan. Tapi, masih banyak saja orang yang nekat melakukan pendakian, bahkan di gunung-gunung yang telah ditutup.
Tindakan semacam itu tentu sangat membahayakan dan berisiko. Sekalipun ada orang lain atau teman-teman di antara kalian berani dan mampu naik ke gunung yang ditutup, jangan tiru hal tersebut untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan. Berikut enam alasannya, seperti dikutip dari Gunung Indonesia.
Cuaca saat ini tak bisa diprediksi bahkan cenderung ekstrem
Seperti disebutkan sebelumnya, salah satu alasan jalur pendakian ditutup adalah karena faktor cuaca yang tidak bisa diprediksi. Survei Gunung Indonesia menunjukkan 98 dari pendaki yang melakukan aktivitas di gunung pada musim ini tak bisa diprediksi dan cenderung ekstrim.
Bahaya hewan liar
Penutupan karena pemulihan ekosistem juga memungkinkan hewan liar dan buas bisa berkeliaran bebas selama tidak ada manusia yang melakukan aktivitas di sana. Kebebasan hewan asli kawasan pergunungan bisa terganggu jika pendaki datang tidak di waktu yang tepat.
Sepinya jumlah pendaki meningkatkan risiko
Potensi kecelakaan di gunung akan lebih meningkat saat cuaca tidak menentu dan tidak ada manusia yang bisa dimintai bantuan saat kecelakaan terjadi.