SAMA halnya dengan daerah lain di Indonesia yang memiliki warisan Nusantara, Kudus juga memiliki seni kerajinan batik dan bordir. Adalah bordir kerancang gunting yang selama ini lebih populer diterapkan pada kebaya encim, perangkat salat atau mukena, hingga taplak meja.
Namun, di tangan keempat desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DKI Jakarta, yakni Rudy Chandra, Ariy Arka, Defrico Audy, dan Ivan Gunawan, kerajinan khas asal Kabupaten Kudus itu tampil modern dan glamor di gelaran Indonesia Fashion Week, Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu, 5 februari 2017, malam. Seperti apa?
Bertajuk Savana Muria, keempat perancang mode dengan ciri khas yang berbeda mendeskripsikan kehidupan flora dan fauna di padang rumput yang luas, pesona alam Gunung Muria di Kudus, serta filosofi kehidupan alam dan penghuni di dalamnya.
Pagelaran busana dibuka oleh koleksi busana milik Rudy Chandra. Sejumlah 16 set busana dengan motif kerancang, seperti Seruni, bunga khas Kudus, kupu-kupu, dan ranting dalam koleksi busana berpalet putih, off-white, champagne, dan warna persik. Beberapa motif tersebut disatukan dan dipasang menyebar pada bagian tepi busana gaun cocktail, gaun malam, hingga potongan celana pipa.
“Rancangan kali ini terinspirasi dari bentuk bunga-bunga seruni yang tumbuh di pegunungan Muria. Cutting-nya simpel, feminin, dan elegan,” ujar Rudy Chandra dalam jumpa pers sebelum peragaan.