KESADARAN masyarakat terhadap pencegahan penyakit kanker di Indonesia dianggap meningkat. Karena saat ini orang tak takut pergi ke fasilitas kesehatan untuk deteksi dini dan berobat.
Pada peringatan Hari Kanker Sedunia 2017 mengangkat tema seperti tahun-tahun sebelumnya yang diusung WHO. "I Can We Can" satu pesan masyarakat agar semakin peduli dan tidak enggan deteksi dini penyakit kanker.
"Tahun 2017 catatannya I Can We Can. Artinya orang bisa melakukan pola hidup sehat dan memeriksakan diri sendiri untuk mencegah. Kesadaran masyarakat dalam hal ini makin meningkat," ujar Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) Prof Dr dr Soehartati Gondhowiardjo SpRad(K)Onk ditemui di Central Park Neo Soho, Jakarta Barat, Sabtu (4/2/2017).
Setiap provinsi, tambah Prof Tati, sudah banyak komunitas dan pemerintah daerah pun kampanye deteksi dini kanker. Tujuannya tidak lain untuk mengendalikan jumlah penderita kanker yang semakin lama meningkat.
"Banyak komunitas yang gabung berkampanye melawan kanker. Ini adalah satu langkah bersama agar lebih kuat mencegah penyakit itu," tambahnya.
Lebih lanjut, menurut Prof Tati, sejak adanya program JKN oleh BPJS Kesehatan, penderita kanker tidak takut lagi berobat. Biaya pengobatan yang cukup besar membuatnya rela antre agar kembali sehat. Tak cuma pengobatan, ini juga berlaku bagi deteksi dini.
"Animo masyarakat untuk deteksi dini ke puskesmas sudah terlihat. Begitu juga dengan berobat, ada BPJS Kesehatan pasien antre untuk mendapatkan yang terbaik. Mereka tidak takut lagi berobat, sehingga diharapkan nanti angka survivornya bertambah dibanding penderitanya," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.