Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kue Awug hingga Sengkulun, Legitnya Jajanan Tradisional yang Kini Langka

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 27 Januari 2017 |10:05 WIB
Kue Awug hingga Sengkulun, Legitnya Jajanan Tradisional yang Kini Langka
Kue tradisional (Foto: Hallojateng)
A
A
A

SEIRING berkembangnya zaman, berbagai inovasi baru di industri kuliner terus bermunculan. Banyak sekali produk-produk makanan modern yang kini mulai digemari berbagai kalangan.

Sayangnya, hal tersebut membuat makanan dan jajanan tradisional Indonesia semakin terlupakan.

Saat dihubungi Okezone via telepon, Kamis (26/1/2017), Chef Astrid Enricka sempat menjelaskan beberapa jenis jajanan tradisional yang mulai langka. Daripada penasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.

Kue awug

 


Dilihat dari sejarahnya, kue awug merupakan jajanan tradisional khas Sunda yang berasal dari wilayah pedalaman. Camilan ini terbuat dari tepung beras, kelapa, daun pandan, dan gula merah. "Kalau beli langsung dari penjualnya, bentuk kue ini ketika disajikan seperti nasi tumpeng berukuran mini. Kalau soal rasa, kue awug memiliki cita rasa manis dan gurih yang khas," kata Astrid.

Kue cincin

 

Kue cincin atau kue ali agrem adalah salah satu kudapan tradisional Sunda. Sekilas bentuk nya seperti donat, karena bagian tengahnya bolong. Ali ini berarti cincin, sesuai dengan bentuknya yang menyerupai cincin, oleh sebab itu kue ini biasanya disajikan pada acara  pernikahan karena melambangkan keabadian. Selain itu biasa disajikan pula juga di acara khitanan, ataupun dalam hari raya Idul Fitri. Ali agrem terbuat dari tepung beras, tepung ketan dicampur dengan gula merah kemudian digoreng. Sayangnya, ali agrem kini sulit di jumpai di daerah perkotaan, tetapi bagi yang ingin mencobanya dapat berkunjung ke pasar tradisional yang ada di Jawa Barat.  Selamat mencoba manisnya ali agrem!! Photo Source : www.langsungenak.com #daydreamerid #daydreamer #thursdayfood ================================= #instagramindonesia #iphonesia #livefolkindonesia #aliagrem #kuecincin #jawabarat #jabar #traditional #indonesia

A photo posted by DAY DREAMER INDONESIA (@daydreamer.id) on


Pencinta kuliner asal Sunda pasti sudah familiar dengan kue cincin. Jajanan tradisional tersebut terbuat dari tepung beras dan gula merah. Teknik pengolahannya teebilang unik. Sebelum digoreng, adonan kue akan dibolongi pada bagian tengahnya. Setelah matang, kudapan tersebut terlihat menyerupai sebuah cincin raksasa berwarna cokelat. Hal inilah yang menggarai asal usul pemberian nama kue cincin pada makanan tersebut.

Kue lemet

 


Lemet merupakan jajanan tradisional Indonesia yang terbuat dari singkong, parutan kelapa muda, gula merah dan pasir, garam. Kue ini kemudian dibungkus dengan daun pisang sebelum dikukus. "Jajanan tradisional ini dulunya masih mudah untuk dijumpai. Kalau sekarang sih sudah jarang banget" tutur Astrid.

Kue sengkulun

 


Anda mungkin belum pernah mendengar makanan ini. Sengkulun merupakan salah satu jajanan tradisional khas Betawi yang kini mulai sulit untuk ditemui. Kue tersebut terbuat dari tepung ketan, santan, san gula merah sebagai penambah rasa. Menurut Astrid, kue ini mirip dengan kue talam, yang membedakan hanya mixture-nya yang menggunakan parutan kelapa.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement