Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Penduduk Oymyakon Bertahan Hidup di Daerah Terdingin di Dunia

Erika Kurnia , Jurnalis-Kamis, 19 Januari 2017 |16:16 WIB
Cara Penduduk Oymyakon Bertahan Hidup di Daerah Terdingin di Dunia
Daerah Terdingin di Dunia, Oymyakon-Rusia (foto: Amos Chapple)
A
A
A

MUSIM dingin adalah hal menarik bagi banyak wisatawan dari negara tropis. Tapi apakah orang-orang seperti kita bisa bertahan di Oymyakon, salah satu daerah terdingin di dunia yang berada di Siberia, Rusia.

Suhu musim dingin di sana bisa jatuh sampai -60 derajat Celsius. Orang yang lahir di tempat dingin lainnya mungkin tidak bisa tahan dengan suhu tersebut seperti yang dilakukan orang-orang di Oymyakon. Lalu bagaimana cara mereka mengatasi kondisi luar biasa seperti itu?

Penduduk jarang keluar rumah

(foto: Amos Chapple)

Pada musim dingin, tidak ada yang pergi keluar kecuali mereka benar-benar butuh untuk berbelanja, pergi ke sekolah, atau bekerja. Tapi mereka membalut tubuh mereka dengan lapisan pakaian yang sempurna, dengan topi bulu dan mantel bulu yang sangat tebal dan panjang.

Sebuah mantel bulu panjang dapat dihargai lebih dari USD1550 atau lebih dari Rp20 juta, sementara pendapatan rata-rata masyarakat di sana setara dengan USD600 atau Rp8 juta per bulan. Untuk memiliki mantel bulu, bank biasa meminjamkan uang untuk orang yang membutuhkan.

Lebih banyak makan daging

(foto: Amos Chapple)

Makanan begitu berharga di sana, karena tidak semua bahan makanan bisa diproduksi. Tanah yang terlalu dingin untuk menanam sayuran, membuat masyarakat di Oymyakon mengandalkan industri peternakan. Mereka biasa mengonsumsi salmon beku, whitefish, bahkan hati kuda.

Rumah dibangun di atas panggung baja

(foto: Amos Chapple)

Rumah-rumah di sana rata-rata dibangun dengan kayu dan panggung beton dan baja. Valentin Spector, seorang peneliti senior di Permafrost Institute, mengatakan baja tersebut akan membantu menghangatkan tanah beku ketika suhu naik dan mengokohkan bangunan.

Dia mengatakan bahwa 65 persen daratan Rusia adalah tanah permafrost atau tanah beku. Bahkan di beberapa tempat di Siberia, tanah beku memiliki kedalaman 1.500 meter karena dingin yang menahun.

Tanah dibakar untuk buat liang kubur

(foto: Amos Chapple)

Dibutuhkan dua atau tiga hari untuk menggali kuburan di tanah beku di sana. Api yang menyala dan batubara ditumpuk beberapa jam sementara tanah mencair dan mulai digali. Bara panas kemudian didorong ke dalam lubang dan proses dimulai lagi sampai lubang sedalam 2 meter terbentuk.

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement