Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Gunung Tertinggi di Kutub Selatan yang Ditaklukan Dua Srikandi Indonesia

Erika Kurnia , Jurnalis-Selasa, 17 Januari 2017 |15:16 WIB
Fakta Gunung Tertinggi di Kutub Selatan yang Ditaklukan Dua Srikandi Indonesia
Gunung Vinson di Kutub Selatan (Foto: NASA/Michael Studinger)
A
A
A

PERTAMA kalinya orang Indonesia berhasil menginjakkan kaki di gunung tertinggi Kutub Selatan, Benua Antartika. Dua Srikandi dari Mahitala Unpar berhasil mencapai puncak Vinson Massif dengan ketinggian 4.897 meter tersebut pada tengah malam 4 Januari waktu setempat.

Gunung Vinson tersebut berjarak lebih dari 1.200 kilometer dari pusat Kutub Selatan. Ini membuatnya menjadi salah satu Seven Summits atau tujuh gunung tertinggi di planet bumi yang sulit dijangkau, selain paling terakhir ditemukan.

Ketinggiannya mungkin lebih tinggi dari Gunung Denali (6.190 mdpl) di Alaska yang mewakili Lempeng Amerika Utara, Gunung Everest (8.848 mdpl) di Nepal yang mewakili Lempeng Asia, Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) yang mewakili Lempeng Afrika, dan Gunung Elbrus (5.642 mdpl) yang mewakili Lempeng Eropa.

Posisi Gunung Vinson

Gunung ini terletak di dekat Ronne Ice Shelf, selatan Semenanjung Antartika. Gunung Vinson ada di Pegunungan Ellsworth yang terdiri dari dua sub-rentang, Range Sentinel di utara dan Range Heritage di selatan. Ini bukan satu-satunya titik tertinggi di Antartika, tetapi juga lima puncak tertinggi lainnya di benua paling dingin terebut.

Untuk sampai ke sana, pendaki biasanya berangkat dari kota paling selatan di Chili, Punta Arenas, di Amerika Selatan. Setelah itu, pendaki bisa berangkat ke Union Glacier dengan pesawat khusus selama 4,5 jam sebelum lanjut ke basecamp pegunungan.

Asal nama Gunung Vinson

Gunung Vinson adalah nama seorang representasi Amerika Serikat, Carl Vinson dari Georgia, yang bertugas di Kongres 1935-1961 dan mantan ketua Komite Angkatan Bersenjata AS. Suatu saat, dia mendapat hadiah dana pemerintah AS untuk melakukan eksplorasi di Antartika.

Selama bertahun-tahun, tidak ada nama khusus yang diberikan ke puncak tertinggi dan itu adalah bagian dari kelompok pegunungan dikenal sebagai Vinson Massif. Nama tersebut mencakup sejumlah puncak di pegunungan tersebut, sehingga dipakai istilah "massif".

Setelah beberapa pendakian dilakukan dan adanya pemetaan GPS untuk ekspedisi ke Sentinel Range, pada 2006 ia menyarankan pemberian nama lokasi tersebut ke Komite Survei Geologi AS. Vinson pun digunakan sebagai nama resmi untuk menandakan puncak tertinggi dari Vinson Massif.

Mendaki Gunung Vinson

Suhu di Pegunungan Ellsworth rata-rata sekitar minus 30 derajat Celsius, menjadikannya Seven Summits terdingin. Periode terbaik untuk mendaki adalah Desember sampai Februari selama musim panas di Antartika, ketika suhu naik ke minus 20 C dan matahari keluar 24 jam.

Kebanyakan pendaki naik ke atas gletser Branscomb, yang dikenal sebagai Normal Route, dapat didaki dalam waktu sekitar 10 hari. Sekitar 1.000 pendaki telah mencapai puncak Vinson Massif sejauh ini dan jumlah tersebut lebih sedikit daripada Seven Summits lainnya.

Sementara puncak lain yang lebih menantang dari perspektif teknis pendakian, suhu dingin, kondisi berangin, banyak pendaki yang berhasil sampai ke puncak gunung ini. Adapun biaya yang terlibat, sekira Rp400 juta atau lebih karena lokasinya yang terpencil. Demikian seperti dilansir dari Livescience, Selasa (17/1/2017).

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement