MENCUCI rambut atau keramas merupakan salah satu bagian dari perawatan kecantikan rambut. Kebiasaan ini perlu dilakukan secara rutin.
Jika tidak, bukan tidak mungkin Anda akan merasakan dampak negatifnya. Tak hanya berdampak pada rambut dan kulit kepala, kebiasaan jarang keramas dapat memberi efek pada kepala.
Nah, berikut ini adalah akibat dari kebiasaan jarang keramas, seperti dilansir MarieClaire, Rabu (4/1/2017).
Kulit kepala menjadi kasar
Beberapa orang yang malas keramas kerap kali mengandalkan dry shampoo untuk mengatasi rambut berminyak atau lepek. Padahal, dry shampo tidak efektif dalam menghilangkannya.
"Jika frekuensi membersihkan rambut tidak rutin, kotoran dan minyak akan membuat tidak nyaman. Itu akan menumpuk dan membuat kulit kepala menjadi kasar," ujar hair scientist Eric Spengler.
Rambut menjadi kasar
Begitu pula yang terjadi pada rambut, jarang keramas dapat membuat kotoran dan debu menumpuk pada rambut. Ini menyebabkan minyak rambut menumpuk dan lebih banyak menarik kotoran.
(Foto: Stylecraze)
Rambut terasa gatal
Ketika jarang keramas sudah pasti rambut akan terasa gatal. Hal ini bermula dari ketombe yang berasal dari penumpukan kotoran dan minyak sehingga membuat kulit kepala menjadi gatal. Ini akan menjadi masalah ketika musim hujan karena kulit kepala bisa menjadi lebih kering.
Bau rambut tidak sedap
Gatal dan bau rambut tidak sedap akan melekat jika seseorang jarang keramas. Sama halnya dengan kulit tubuh, kulit kepala juga mengandung minyak dan kelenjar keringat. Bakteri alami di dalamnya dapat menyebabkan rambut menjadi bau ketika seseorang tidak mencuci rambut.
(Silvia Junaidi)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.