Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KALEIDOSKOP 2016: Penyakit Jantung, Stroke dan Diabetes Pembunuh Nomor 1 di Indonesia

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Kamis, 22 Desember 2016 |11:05 WIB
KALEIDOSKOP 2016: Penyakit Jantung, Stroke dan Diabetes Pembunuh Nomor 1 di Indonesia
Ilustrasi (Foto: Cbsnews)
A
A
A

Diabetes

Penderita diabetes di Indonesia diperkirakan telah mencapai 10 juta orang. Data tersebut didapat dari International Diabetes Federation tahun 2015. Di Indonesia sendiri, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) prevalensi penyakit diabetes memang terus meningkat.

Di Indonesia, data Riskesdas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi diabetes dari 5,7 persen pada tahun 2007 menjadi 6,9 persen atau sekira 9,1 juta pada tahun 2013. Selain itu, diabetes juga menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia.

Data Sample Registration Survey tahun 2014 menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyebab kematian terbesar ke-3 di Indonesia dengan persentase 6,7 persen, setelah stroke 21,1 persen dan penyakit jantung koroner 12,9 persen.

Sementara, data di tahun 2015 menyebutkan, 415 juta orang dewasa di dunia. mengidap diabetes. Angka ini menunjukkan kenaikan sebanyak 4 kali lipat dari 108 juta orang dewasa di tahun 1980-an. Bahayanya, di tahun 2040 mendatang, pengidapnya semakin bertambah dengan perkiraan 642 juta kaum urban.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa jumlah pasien diabetes di seluruh dunia telah mencapai 422 juta orang. Tak hanya itu, WHO juga mengeluarkan data mencengangkan bahwa diabetes menyebabkan 1,5 juta kematian pada tahun 2012 dan 2,2 juta kematian terkait, terutama karena risiko kardiovaskular meningkat.

Namun, dalam laporan dikatakan, banyak dari kematian bisa dihindari dengan mendorong kebiasaan sehat serta meningkatkan perawatan dan pengobatan penyakit. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 'epidemi' diabetes didorong oleh gaya hidup tidak sehat dan meningkatnya obesitas. Kelebihan berat badan atau obesitas memang merupakan faktor risiko untuk diabetes tipe 2.

Sayangnya, pada tahun 2014, lebih dari sepertiga orang dewasa di seluruh dunia mengalami kelebihan berat badan dan lebih dari 1 di antara 10 orang mengalami obesitas. Karena itu, WHO mengatakan, perilaku makan sehat dan berolahraga harus lebih dipromosikan.

Untuk perilaku makan, bisa mengganti asam lemak jenuh dengan asam lemak tak jenuh ganda dan cukup makan serat, seperti sayur dan buah. Selain itu, WHO juga menganjurkan untuk menekan kebiasaan merokok dengan langkah legislatif atau peraturan fiskal.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement