DI mata uang Rp1.000 yang baru pemandangan Banda Neira, Maluku begitu cantik dihadirkan di balik uang kertas berwarna hijau tersebut.
Wilayah di Timur Indonesia yang satu ini memang cocok sekali dijadikan latar uang baru pecahan Rp1.000. Sebab, pesonanya juga mengandung nilai sejarah yang begitu tinggi di jaman penjajahan Belanda.
Saat itu, Banda Neira menjadi pintu masuk para penjajah yang diawali oleh bangsa Portugis, karena melihat sumber kekayaan alam yang melimpah di sana.
Masuknya Portugis ini bisa terlihat di Benteng Belgica yang dulunya dibuat oleh mereka. Benteng ini berlokasi di Bukit Tabaleku Naira Tenggara dan memiliki ketinggian 30 meter dari permukaan air laut.
(foto: Bank Indonesia/BI)
Benteng tersebut sudah dibuat di tahun 1611 di bawah pimpinan Gubenur Pieter dengan mengusung gaya unik. Di mana jika dilihat dari direksinya seperti telihat empat potong tangan, tetapi ketika dilihat dari jauh bentuknya seperti kotak.
Konstruksi benteng ini terdiri dari layering gedung dan harus menggunakan tangga untuk masuk ke dalamnya. Di pusat benteng akan terlihat ruangan untuk tahanan.
Sementara di tengah terdapat dua dinding rahasia yang seharusnya bisa menyambung dari pelabuhan ke Benteng Nassau. Setelah sempat dikuasai oleh Portugis benteng itu kemudian diambil ahli oleh Belanda.
Saat dikuasai oleh Belanda, Benteng Belgica berubah fungsi sebagai monitor kapal, dan pada tahun 1622 diperluas oleh JP Coen. Lalu, tahun 1667 diperbesar oleh komisaris Cornelis Speelan, dan pada tahun 1860 ini menjadi markas tentara Belanda.
Sebagaimana dikutip dari Indonesiatourism, Rabu (21/12/2016), tangga untuk mencapai tower dibuat sangat unik dengan berbentuk lubang jika dilihat dari bawah. Di atas sana, turis bisa menikmati pemandangan indah dari Kepulauan Banda Neira.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.