SEKILAS busana khas Jepang ini memang terlihat mirip. Dua potongan busana yang sama-sama terlihat seperti jubah yang menutupi seluruh tubuh hingga ujung mata kaki ini sering membuat orang awam tak bisa membedakannya.
Untuk menjawabnya, desainer muda asal Kimono dan Yukata lahir, Steven Tach membeberkan perbedaannya.
Menurut desainer yang mengusung gaya destructive androgyny dalam setiap rancangannya ini, yukata lebih sering dipakai untuk acara santai dan dalam keseharian, sedangkan kimono biasanya dikenakan untuk kebutuhan acara resmi karenanya banyak rules ketika memakainya.
"Yukata bisa dipakai daily, kalau Kimono banyak peraturannya hanya dipakai untuk acara resmi," jelas Tach kepada Okezone, Rabu (7/12/2016).
Itulah mengapa Yukata kebanyakan dipakai pada saat musim panas karena Yukata berbahan dasar katun, sedangkan Kimono karena untuk acara resmi banyak yang berbahan sutra.
Sementara perbedaan yang paling mencolok adalah pada bagian obi. "Yukata obi-nya sederhana saja, bisa cuma dengan selembar kain langsung diikat dan dikreasikan bentuk pita, kalau Kimono itu di bagian obi-nya ada papan agar obi terlihat lebih rapi dan bantal di bagian belakang agar tampilan jadi lebih resmi," pungkas Tach kepada Okezone belum lama ini.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.