FENOMENA kopi belakangan ini berhasil menarik perhatian semua kalangan. Kopi di Indonesia tidak lagi menjadi minuman yang identik dengan konotasi 'kampungan' melainkan sudah menjadi gaya hidup masyarakat.
Menjamurnya coffee shop di setiap sudut kota, merupakan bukti bahwa minuman berwarna hitam ini semakin digemari.
Meskipun demikian, ternyata masih banyak yang mengganggap bahwa profesi barista tidak ada 'apa-apanya' jika dibandingkan dengan profesi-profesi formal di sebuah perkantoran.
Padahal, untuk menjadi seorang barista professional, Anda harus melewati sejumlah pelatihan khusus untuk mendapatkan sertifikasi tertulis. Sertifikat ini menunjukkan bahwa Anda sudah benar-benar ahli di bidang tersebut.
Seperti halnya seorang dokter spesialis, mereka juga harus melewati serangkaian praktek khusus, sebelum diperkenankan mengambil spesialisasi penyakit yang diinginkan.
Hal ini juga dijelaskan Muhammad Aga, seorang barista profesional Indonesia dan pemilik Coffee Smith Jakarta.
"Menjadi barista itu sebetulnya menjanjikan. Apalagi Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar. Tinggal bagaimana cara kita mencari celah dan memanfaatkannya," tutur Aga kepada Okezone, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Lebih lanjut ia menambahkan, jika benar-benar serius ingin terjun ke dunia kopi, sebetulnya ada beberapa sertifikasi penting yang harus diambil. Diantaranya brewing sertifikasi, espresso basic, latte art sertifikasi, barista sertifikasi, dan sensori sertifikasi.
"Barista itu ujung tombaknya kopi, dan kopi yang enak itu tergantung dari kemampuan baristanya. Sesempurna apapun biji kopi yang telah digiling kembali lagi kepada kemampuan sang barista. Oleh karenanya, sertifikasi ini sangat penting," pungkasnya.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.