Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ritual Adat yang Harus Dilakukan Sebelum Mendaki Dua Gunung Ini

Erika Kurnia , Jurnalis-Kamis, 24 November 2016 |08:40 WIB
Ritual Adat yang Harus Dilakukan Sebelum Mendaki Dua Gunung Ini
Upacara Adat Ngukuih Hajat Sebelum Mendaki Gunung Bukit Raya (foto: Instagram/@gunungindonesia)
A
A
A

GUNUNG oleh banyak masyarakat di sekitarnya dianggap sebagai tempat yang sakral. Kepercayaan tersebut membuat masyarakat lokal kerap melakukan upacara adat untuk keselamatan kepada calon pendaki gunung.

Setidaknya ada dua gunung terkenal di Indonesia yang masyarakat sekitarnya masih memberlakukan upacara adat pada setiap calon pendaki yang datang. Adat tersebut masih di jalankan di Gunung Bukit Raya Kalimantan dan Binaiya di Maluku.

Upacara memakan pinang dan kapur sirih – Gunung Binaiya

Sebelum naik ke gunung yang jarak tempuh ke puncaknya bisa menghabiskan waktu lebih dari seminggu ini, para pendaki akan disambut masyarakat di Desa Kanikeh, Pulau Seram, Maluku. Kepala adat setempat akan meminta calon pendaki memakan pinang, kapur, dan buah sirih sebelum memulai pendakian.

Upacara Adat Ngukuih Hajat - Gunung Bukit Raya

#seputargunung from @cornelkunyuk : Upacara Adat Ngukuih Hajat Pendakian Gn. Bukitraya, Kalimantan Tengah - Setiap daerah mempunyai adat istiadat yg berbeda.. di masyarakat Dayak Ot Danum ini, sebelum melakukan perjalanan biasanya akan diadakan ritual upacara adat bernama Ngukuih Hajat.. dilakukan 2x sebelum perjalanan agar diberi perlindungan serta setelah kembali dr perjalanan untuk ungkapan rasa Syukur Kami pun juga melakukan ritual ini sebelum dan sesudah pendakian Bukit Raya. Seekor Ayam Kampung, Mandau, Beras Kuning, Gelang Nanik dengan tali terbuat dr akar sudah disiapkan oleh bapak & Ibu kepala adat. Ritual pun dimulai.. kami duduk menghadap matahari terbit, Bapak Kepala adat berdiri sembari memegang Ayam memutar2kan diatas kami mengucap doa dalam bahasa Dayak.. Selanjutnya perwakilan team yg Muslim dipanggil untuk menyembelih Ayam tersebut. Srrtttt...Leher Ayam beradu dengan Mandau..sekejap Ayam meronta dan darah menetes di piring yg disediakan... Ibu kepala adat mengampiri kami satu persatu untuk mengoleskan darah Ayam tersebut ke kaki, lutut, hulu hati, tengkuk, dahi disertai doa indah dlm bahasa Dayak. Diubun2 kami diberi Beras kuning yg sudah di beri darah Ayam sedikit.. sisa Beras di bawa sampai puncak untuk ditabur di ubun2 kami lagi. Lalu selanjutnya, kami masing2 menggigit Mandau tadi sebanyak 3x juga disertai doa dr sang Ibu kepala adat... kami diberi Gelang manik cantik ditangan kanan kami Ritual selesai, dan Ayam tadi menjadi menu sarapan pagi kami hehe Walaupun saya kurang paham bahasa doa mereka.. kearifan lokal seperti ini menurut mereka bermaksud untuk kebaikan kami semua.. dimana kaki berpijak disitu langit di junjung. Kayanya indonesia . #gunungindonesia #7summitindonesia #bukitraya

Foto kiriman GUNUNG INDONESIA (@gunungindonesia) pada Jul 19, 2016 pada 10:56 PDT

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement