Berdasarkan kepercayaan Toraja, setiap orang yang telah meninggal akan memasuki Poyo, di mana realisme semua arwah berkumpul. Bagaimanapun, para arwah baru bisa berkumpul usai acara adat, kemudian Tau-Tau ini juga dilengkapi aksesori yang sesuai dengan status sosial mereka.
Di sisi lain, orang yang berstatus rendah biasanya akan dibuatkan Tau-Tau dengan bambu, sedangkan kelas menengah akan dibuatkan dengan kayu cendana. Di mana kayu cendana atau kayu randu menjadi material untuk kelas tertinggi.
Pembuatan Tau-Tau sendiri harus diikuti dengan beberapa langkah pembuatan mengikuti ritual, dimulai dengan mencaru kayu. Sementara proses berlangsung, seniman Tau-Tau harus bekerja dekat dengan mayat. Untuk upacara, Tau-Tau biasa menggunakan kostum tradisional seperti Kebaya, atau ornamen dengan sentuhan emas dan silver.
Usai upacara selesai, Tau-Tau ditempatkan di sebuah gua yang ada di tebing di mana sebelumnya mayat disimpan di sana. Sebagaimana dikutip dari Indonesia Travel, Jumat (18/1/2016), Suku Toraja percaya dengan arwah yang masuk ke Tau-Tau untuk melanjutkan hidup.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.