SALAH satu masalah yang sering dialami banyak orang adalah masuk angin. Namun, masuk angin tidak hanya disebabkan oleh kehujanan, tetapi juga gangguan pencernaan karena gas.
Kondisi Ini tidak bisa diabaikan, karena bisa menjadi begitu parah dengan disertai muntah dan pusing. Banyak orang menjadi salah menebak penyakit yang dirasakannya, hingga kemudian salah mengonsumsi obat atau melakukan pengobatan.
"Gas dapat berakumulasi dalam tubuh dan menyebabkan keluhan sakit yang parah. Rasa sakit sebagian besar dirasakan di perut bagian atas, biasanya disertai dengan mual dan mulas," kata Dr Amit Saraf, konsultan penyakit, seperti dikutip dari Timesofindia.
Gas merupakan gejala umum yang terkait dengan banyak masalah pencernaan. Sakit perut biasanya dialami setelah makan makanan berlemak tinggi. Hal serupa juga terjadi di kalangan perokok dan mereka yang sedang stres.
Bila nyeri perut terus berlanjut, meskipun kita telah berusaha mengobati sendiri, temuilah dokter ahli pencernaan untuk menyingkirkan penyebab spesifik lainnya. Penyakit asam lambung naik, batu kandung empedu, sindrom iritasi usus besar, hingga kanker saluran pencernaan.
"Untuk itu, mengonsumsi sekitar dua setengah liter air setiap hari dan berjalan kaki secara teratur setiap hari dapat membantu mengurangi dan menghilangkan gas perut," menyatakan Dr Saraf.
Selain itu, bagaimana menghindari rasa sakit akibat gas? Saraf menyarankan agar kita tetap menjauhi makanan berlemak dan gorengan, dan miliki diet rendah karbohidrat, rendah lemak, dan tinggi serat. Pastikan kita selalu makan tepat waktu, tidur cukup, dan hindari stres.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.