Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Sumbing Berbahaya? Ini Kata Para Pendaki

Erika Kurnia , Jurnalis-Rabu, 16 November 2016 |13:15 WIB
Gunung Sumbing Berbahaya? Ini Kata Para Pendaki
Ilustrasi Naik Gunung (foto: Shutterstock)
A
A
A

KABAR mengenai evakuasi sejumlah pendaki yang sakit di Gunung Sumbing, Jawa Tengah, kembali harus dijadikan pelajaran. Buruknya cuaca belakangan ini memang harus diwaspadai untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasus yang dialami tiga korban dari tujuh pendaki yang terpisah dari rombongan tersebut pada Minggu lalu (15 November), terjadi ketika mereka hendak turun menuju pos empat jalur pendakian Banaran. Mereka diduga kelelahan dan sempat alami hipotermia karena cuaca buruk.

“Kondisi gunungnya hujan terus. Hari Sabtu sih cuacanya bagus. Tapi, hari Minggu cuacanya buruk, dari pagi jam 10 hujan terus sampai jam 7 malam,” kata Denda, pendaki yang satu rombongan perjalanan dengan korban kepada Okezone, Rabu (16/11/2016).

#kabargunung kontributor : @sindoro_sumbing - Tiga perempuan pendaki Gunung Sumbing dievakuasi Basarnas dan Tim SAR gabungan karena sakit saat melakukan pendakian. Mereka sempat terjebak cuaca buruk sehingga kondisi badan mereka menurun. Para korban adalah Yuni Purwanti (22) warga Sendang Sari Sleman, Rahma Fatimatuh (21) warga Tirtomatani Sleman, dan Nurul Dwi Fajariani (22) warga Perum Batan Serpong, Tangerang. Mereka bersama 7 teman lainnya pada Minggu (13/11) kemarin hendak turun menuju pos empat jalur pendakian Banaran, Tembarak, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. "Mereka bertiga bersama 7 orang rekannya diterjang cuaca buruk pada hari Minggu jam 17.00 WIB," kata Komandan Basarnas Jateng di lokasi, Basuki, Senin (14/11/2016) . Basuki menjelaskan 10 pendaki itu terpisah termasuk 3 korban. Oleh sebab itu para korban dievakuasi di waktu dan tempat terpisah. Korban Yuni dievakuasi sekitar pukul 03.00 WIB, kemudian Rahma pukul 05.00 WIB, dan Nurul dievakuasi pukul 13.30 WIB. "Semua korban dievakuasi menggunakan tandu darurat melihat kondisi korban lemas," ujar Basuki. Diduga 3 pendaki tersebut kelelahan dan mengalami hypothermia saat akan turun gunung. Ketiga korban tersebut sudah berhasil dievakuasi dan menjalani perawatan untuk pemulihan. Sumber : http://m.detik.com/news/berita-jawa-tengah/d-3345017/3-perempuan-pendaki-gunung-sumbing-dievakuasi-karena-sakit #gunungindonesia #sumbing

Foto kiriman GUNUNG INDONESIA (@gunungindonesia) pada Nov 14, 2016 pada 3:55 PST

Bukan hanya karena faktor cuaca, jalur gunung yang terbilang berbahaya juga menambah risiko. Apalagi ketika hujan turun, jalur tanah terjal yang basah menurut pendaki lainnya juga bisa mengancam nyawa.

“Jalur Sumbing kan kayak seluncuran tanah. Nyiksa kalau hujan. Main perosotan ke jurang,” ujar Abi, pendaki yang tidak terlibat dalam perjalanan tersebut.

Sementara itu, musibah yang dialami tiga pendaki wanita tersebut dianggap sangat mungkin terjadi karena mereka memaksakan diri naik ke puncak di siang hari. Ketika turun, cuaca yang memburuk pun akhirnya menghalangi perjalanan mereka.

“Mereka dibawa panitia rombongan naik ke puncak jam lima pagi, sementara perjalanan ke sana bisa lima jam. Lewat jalur Banaran naik sampai Pos 4 kurang lebih 6 jam. Dari Pos 4 ke Puncak Rajawali kurang lebih 5 jam,” tambah Denda.

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement