Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendiang Djuariah 'Gudeg Yu Djum' Dikenal Sederhana & Pantang Menyerah

Prabowo , Jurnalis-Selasa, 15 November 2016 |12:10 WIB
Mendiang Djuariah 'Gudeg Yu Djum' Dikenal Sederhana & Pantang Menyerah
Usaha kuliner legendaris Gudeg Yu Djum (Foto:Ist)
A
A
A

DJUARIAH meninggal dunia pada usia 85 tahun, tadi malam (14/11/2016). Perintis usaha kuliner legendaris Gudeg Yu Djum sejak 1951 itu dikenal sebagai pribadi yang sederhana tapi giat bekerja.

"Almarhum dikenal baik di lingkungan sekitar. Sosok yang sederhana dan pantang menyerah. Dia memulai usaha jualan gudeg dari lapak kecil," kata Nanto (45) tetangganya, Selasa (15/11/2016).

Kuliner gudeg yang didirikan Yu Djum dinilai yang paling tua di Yogyakarta. Usaha kulinernya juga sudah terbilang sukses dengan mendirikan beberapa warung makan yang sama di tempat berbeda.

"Almarhum itu orangnya sederhana walaupun sudah sukses dengan banyak cabang warung makannya saat ini," tandasnya.

Tak hanya keluarga, kerabat, dan juga tetangga yang merasa kehilangan, tapi juga para pelanggan dari berbagai wilayah yang pernah merasakan gudegnya saat bertandang ke Yogyakarta.

Tak sedikit diantara pelanggan yang menyampaikan rasa duka melalui media sosial. Sebab, meninggalnya legendaris 'Gudeg Yu Djum' diunggah melalui akun twitter milik Yu Djum.

"Innalillahi wa innalillahi rojiun, telah berpulanh Ibu kami, Ibu Djuariah (Yu Djum), mohon doa, semoga diterima segala amal ibadah beliau, amin".

Tri Widono yang tak lain menantu Yu Djum mengatakan almarhun sudah lama menderita sakit. Sebelum meninggal, dia sempat beberapa kali masuk Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta sebelum akhirnya meninggal.

"Tiga hari dirawat, kondisinya drop, akhirnya meninggal," katanya di rumah duka Kampung Karangasem, Mbarek, Jalan Kaliurang Km 4,5 Caturtunggal III/22 Yogyakarta.

Rencananya, almarhum dimakamkan hari ini pukul 14.00 WIB di Karangmalang, Sragen, Jawa Tengah. Beberapa pelayat datang silih berganti memberi penghormatan terakhir pada almarhum dirumah duka.

Yu Djum sempat berpesan supaya dua cucu perempuan dari anak sulungnya yang memandikan saat meninggal. Keluarga tidak ada firasat akan kepergian almarhum.

Mengenai usaha kuliner, tetap diteruskan oleh keluarganya. Selain di Wijilan, terdapat beberapa warung cabang Gudeng Yu Djum, seperti di Jalan Latsda Adisucipto Km 8 tepatnya sambing Hotel Sheraton, Jalan Wates Km 5,5 Ambarketawang Gamping Sleman, dirumah duka Mbarek, dan Jalan Wonosari - Yogya Km 7 Gading Playen, Gunungkidul.

Usaha awal Gudeg Yu Djum hanya lapak kecil di Jalan Wijilan tahun 1951 silam. Karena ketekunan dan kegigihannya, tahun 1985 mulai memiliki tempat yang dipergunakan usaha kuliner. Usaha kulinernya berkembang hingga saat ini.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement