Ia juga melanjutkan bahwa mitos selanjutnya adalah adanya diabetes tipe basah dan tipe kering, padahal faktanya tidak ada diabetes tipe basah ataupun kering. Istilah itu muncul karena anggapan bahwa pada penderita diabetes terjadi penurunan berat badan yang drastis (kering), karena gula tidak dapat diubah oleh insulin menjadi energi pada sel tubuh.
Sedangkan istilah, diabetes tipe basah muncul karena penderita diabetes seringkali mengalami luka yang sulit sembuh dan bernanah.
"Mitos berikutnya adalah rasa urine yang manis pada penderita diabetes, hal itu tidak benar karena rasa urine penderita diabetes tidak manis. Kemudian ada juga mitos yang menyebutkan bahwa obat gula tidak baik karena dapat merusak fungsi ginjal, faktanya gula darah yang tidak terkontrol mengakibatkan gangguan fungsi ginjal," terangnya lagi.
Lalu, lanjut Sandra, ada juga yang mitos yang menyebutkan bahwa diabetes dapat menular padahal faktanya diabetes bukanlah penyakit menular.
"Mitos terakhir, yakni jika dokter menyarankan untuk menggunakan insulin artinya tidak ada harapan karena dipakai seumur hidup. Faktanya penggunaan insulin seumur hidup mutlak untuk penderita diabetes tipe satu. Pemberian insulin untuk tipe dua diberikan ketika obat oral tidak cukup untuk mengontrol gula darahnya atau pada keadaan tertentu," ucapnya.
Disinggung apakah ada perbedaan kadar gula antara nasi panas dan nasi dingin, Sandra menjelaskan bahwa suhu tidak memengaruhi jumlah kalori dari nasi tersebut.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.