Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata Banyak Mitos Seputar Diabetes yang Keliru

Antara , Jurnalis-Sabtu, 12 November 2016 |14:07 WIB
Ternyata Banyak Mitos Seputar Diabetes yang Keliru
ilustrasi pemeriksaan kadar gula (Foto: Prevention)
A
A
A

JAKARTA - Ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Dr Sandra Utami Widiastuti SpPD, mengungkapkan bahwa ternyata banyak mitos mengenai penyakit diabetes mellitus yang keliru di masyarakat.

"Ada banyak mitos yang beredar yang belum tentu benar di masyarakat dan sayangnya banyak masyarakat yang mempercayai hal itu," ujar Sandra, Sabtu (12/11/2016).

Mitos pertama yakni diabetes bukanlah penyakit yang serius, padahal faktanya diabetes menyebabkan angka kematian lebih tinggi daripada kanker payudara dan AIDS sekaligus. Sandra menjelaskan diabetes juga meningkatkan risiko hampir dua kali lipat untuk terkena serangan jantung.

"Tidak ada istilah diabetes ringan, sebab semua tipe diabetes dapat meningkatkan komplikasi yang serius bila tidak diperhatikan dengan baik," katanya menambahkan.

Mitos kedua yakni diabetes dapat dicegah, lanjut dia, padahal faktanya tidak semua diabetes dapat dicegah. Diabetes tipe satu merupakan kelainan autoimun sehingga tidak dapat dicegah. Sementara risiko terjadinya diabetes tipe dua dapat berkurang 58 persen dengan olah raga dan pola makan sehat.

"Namun ada juga faktor risiko untuk mengidap diabetes tipe dua yang tidak dapat dicegah yakni faktor keturunan," paparnya.

Mitos ketiga yakni pasien diabetes dapat merasakan jika gulanya terlalu rendah dan terlalu tinggi. Faktanya gula darah yang terlalu tinggi kadang bisa dirasakan seperti buang air kecil atau rasa haus berlebihan, begitu juga gula darah rendah dapat dirasakan seperti rasa lapar, keringat dingin, mual atau pusing.

Namun, kata dia, semua itu tidak selalu dirasakan penderita diabetes. Untuk itu penting sekali melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin. Mitos selanjutnya, diabetes diturunkan menyilang yakni dari ayah ke anak perempuan atau dari ibu ke anak laki-laki. Padahal faktanya, baik anak perempuan dan anak laki-laki memiliki risiko yang sama apabila orangtuanya menderita diabetes.

"Keluarga juga bukan satu-satunya faktor risiko, diabetes bisa dihindari dengan menjaga gaya hidup dan pola makan," imbuh Dokter Sandra.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement