Responden yang ditanya mewakili berbagai variabel waktu kerja. Kebanyakan wanita tersebut hanya bekerja pada siang atau malam hari saja. Sementara 16% responden bekerja dengan sistem rotasi. Lebih dari 30% wanita dilaporkan bekerja lebih dari 8 jam sehari. Sementara 40 persen responden menyatakan mereka mendapat pekerjaan berat lebih dari lima kali sehari.
Penelitian membuktikan kerja berat berpengaruh pada kesempatan hamil
Menurut medicalnewstoday.com, setelah penelitian dilakukan dalam waktu setahun, sekitar 16 persen responden tidak hamil. Sementara 5% lainnya tidak dibuahi selama lebih dari dua tahun. Mereka yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu butuh waktu lebih lama untuk bisa hamil dibandingkan dengan wanita yang bekerja selama 21-40 jam per pekan. Peneliti juga menemukan fakta wanita yang mengangkat beban berat 25 pound lebih dari 15 kali sehari juga membutuhkan waktu lebih lama untuk dibuahi daripada pekerja wanita lain yang tidak mengangkat beban berat,
Lebih lanjut peneliti menyebutkan bahwa ada hubungan yang kuat antara pekerjaan berat, jadwal kerja yang lebih lama dengan kesempatan hamil pada wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas. Namun peneliti menyatakan tidak ada hubungannya dengan frekuensi kerja shift malam dan waktu untuk dibuahi. Selain itu, tidak ada kaitan antara pegawai yag mengalami rotasi kerja malam dengan kehamilan. Secara umum, Dokter Gaskins menyimpulkan kerja berat baik fisik atau jadwal kerja yang panjang berdampak negatif pada kemampuan hamil seorang perawat wanita.
Penelitian belum sempurna