SETIAP Hari Pahlawan Nasional 10 November, ziarah kubur oleh petinggi negara selalu diadakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata. TMP ini sangat unik karena menjadi rumah terakhir bagi banyak pahlawan yang berjasa pada negara dan bangsa.
Menempati tanah yang cukup luas di Jakarta Selatan, TMP Kalibata yang dikelola Departemen Sosial ini tidak bisa sembarangan dikunjungi oleh masyarakat umum. Namun, berikut mungkin akan membuat tahu beberapa informasi unik seputar lanskap penting di Jakarta ini.
Lahan makam sudah nyaris penuh
Menurut informasi terakhir yang didapat Okezone, TMP Kalibata sudah menampung sekiranya 9700 makam. Tujuh ribu di antaranya adalah veteran pada masa perang kemerdekaan Indonesia dan perang dunia kedua. Kalau sudah penuh, TMP Kalibata akan ditutup untuk pemakaman.
Tanah makam bisa dipesan mereka yang masih hidup
Mantan Presiden BJ Habibie adalah salah seorang yang telah memesan tanah pemakaman di TMP Kalibata, tepatnya di samping makam istrinya Ibu Ainun Habibie.
Penyusunan dan pembagian makam
Makam-makam yang ada di TMP Kalibata disusun berdasarkan tanggal dan tahun meninggal. Komplek pemakaman juga dibagi berdasarkan keyakinan. Seperti Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani dimakamkan di blok agama Islam dan Letnan Pierre Tendean di blog makam Kristen.
Bung Hatta tidak dimakamkan di sana
Tentunya tidak semua tokoh penting kemerdekaan atau pahlawan dikuburkan di TMP Kalibata, seperti Wakil Presiden Pertama RI Bung Hatta dan Presiden Kedua RI Soeharto. Meski tokoh sekelas presiden sudah disiapkan tanah makamnya, keputusan akan dikuburkan di sana atau tidak tergantung keputusan keluarga atau wasiat.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.