Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TOP TRAVEL: Pintu Tembus Peluru "Saksi Bisu" Kematian Jenderal Ahmad Yani

Tentry Yudvi , Jurnalis-Kamis, 10 November 2016 |20:37 WIB
TOP TRAVEL: Pintu Tembus Peluru
Lukisan Jenderal Ahmad Yani (foto: Tentry/Okezone)
A
A
A

HARI Pahlawan yang dilaksanakan pada 10 November setiap tahunnya, merupakan momen untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Situs bersejarah seperti museum merupakan saksi bisu kekejaman penjajah kepada para pahlawan.

Salah satunya Museum Jenderal Ahmad Yani, yang berlokasi di Jalan Lembang Terusan Blok D, No. 58, Menteng, Jakarta Pusat. Museum ini merupakan rumah yang digunakan semasa Ahmad Yani hidup hingga akhirnya dibunuh untuk dimasukan ke dalam Lubang Buaya.

Di dalam museum terdapat 10 ruangan bersejarah yang akan membuat kamu menangis. Di ruangan ke-10, tepatnya di bagian belakang museum ini, adalah saksi Jendral Ahmad Yani ditembak mati oleh PKI.

“Saat itu melalui pintu belakang mereka para pasukan masuk, kemudian di sana mereka disambut oleh pembantu di rumah, tak lama kemudian anak jenderal datang mencari ibu Yani yang kala itu sedang berada di rumah dinas,”jelas Gilang Fajar Nugraha sebagai pemandu wisata, kepada Okezone.

Kala itu, Jenderal Ahmad Yani yang sedang tertidur kemudian dipanggil oleh anaknya, memberi tahukan jika ada pasukan yang mencarinya. Jenderal Ahmad Yani yang masih memakai busana tidur kemudian, datang menemui pasukan yang mencarinya.

Setelah cekcok cukup panjang dan adanya pemukulan yang diberikan ke pasukan. Ahmad Yani kemudian berjalan ke ruangan sembilan.

Di sini ada sebuah pintu yang berwarna putih yang menjadi pembatas antara ruang tamu belakang dan ruang tengah. Dari sanalah, tujuh tembakan diarahakan ke tubuh Jendral Ahmad Yani, hingga kini bahkan bekas peluru yang tembus di pintu bisa terlihat dengan jelas.

“Tujuh peluru itu ditembakan dari jarak tiga meter kemudian, dua pelurunya mengenai tubuh Jenderal Ahmad Yani,“ jelasnya.

Kemudian, tubuh Jenderal Ahmad Yani yang saat itu sudah meninggal, jatuh tepat di samping mini barnya. Dan, di sana pun dibuat memorandum untuk mengingatkan kejadian. Sementara lima peluru lainnya melesat ke lemari, dan lukisan.

Sungguh mengerikan jika datang ke museum ini, karena di sana Anda akan melihat rekonstruksi dan bisa membayangkan saat itu pasukan PKI langsung memboyong tubuh Jenderal Ahmad Yani dengan lumuran darah kemudian langsung dimasukan ke Lubang Buaya bersama tokoh-tokoh pahlawan revolusi lainnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement