Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tidak Semua Luka di Kulit Harus Dijahit

Erika Kurnia , Jurnalis-Kamis, 15 September 2016 |16:20 WIB
Tidak Semua Luka di Kulit Harus Dijahit
Tidak semua luka harus dijahit (Foto: Whstatic)
A
A
A

LUKA robek yang cukup besar karena kecelakaan saat beraktivitas bisa membuat kita khawatir dengan kemungkinan dijahit. Padahal luka robek di kulit bisa diatasi dengan memakaikan plaster yang bisa memberi keuntungan lebih daripada dengan jahitan.

Disampaikan dr Wishnu Pramudito dari Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), studi dan pengalaman para ahli mengatakan bahwa plaster bisa menjadi pengganti jahitan. Pemasangan plaster bisa berfungsi merekatkan kulit luar yang robek.

"Kalau ada luka memanjang plester bisa dipasang bersilangan supaya lukanya rapat. Kalau lukanya dalam sekali dan terjadi di bagian yang regangan tinggi, seperti di dalam otot, itu harus dijahit. Selain itu, kalau kulit luar diplaster, tidak akan ada bekas jahitan yang membuat kulit jelek," jelasnya.

Selain itu, pemasangan plaster juga membuat pembuluh darah yang terluka dan bocor mampu ditekan sehingga menyempitkan aliran darah ke daerah yang terbuka, kata dr Wishnu, saat ditemui di Jakarta, Kamis (15/9/2016).

"Jadi setelah luka robek dibersihkan, lalu dikeringkan, sebelum pasang plaster dengan ditempel di satu sisi lalu tarik ke sisi sebelah. Kalau ditekan dengan plaster, perdarahan bisa berhenti sendiri karena pembuluh darah menyempit dan pembekuan mudah terjadi," pungkasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement