BAGI ibu yang baru menyusui, telah haid adalah sesuatu yang normal. Tapi sampai kapan itu disebut normal? Mengapa ada wanita yang bisa hamil kembali ketika menyusui sementara siklus menstruasi mereka belum kembali teratur?
Menurut La Leche League International (LLLI), ibu baru yang sedang menyusui secara eksklusif mungkin tidak menstruasi selama enam bulan atau lebih. Ini dikenal sebagai amenore laktasi. Ini terjadi karena sering menyusui menghambat pelepasan hormon yang menyebabkan ovulasi.
Namun, beberapa ibu menyusui bisa kembali haid lebih cepat. Setelah bayi mulai tidur sepanjang malam atau ketika ibu mulai mengurangi pemberian ASI, tubuh ibu bisa mulai berovulasi. Jadi, kegiatan mengeluarkan ASI, baik dengan menyusui langsung atau menggunakan pompa, dapat menahan menstruasi.
Menurut Baby Center, wanita akan sulit berovulasi ketika masih menyusui eksklusif, menyusui bayi langsung di payudara, dan ketika ibu masih tidur bersama dan mengasuh sendiri sang bayi secara intensif.
Jika Anda masih tidak menstruasi, bahkan setelah bayi Anda berusia lebih dari enam bulan dan Anda ingin hamil lagi, Anda dapat mulai memberikan makanan pendamping ASI kepada bayi. Ini akan memberi sinyal ke tubuh bahwa bayi Anda tidak lagi 100 persen tergantung pada ASI dan ovulasi bisa dimulai.
Seperti dikutip dari Romper, Kamis (8/9/2016), LLLI mencatat bahwa Anda mungkin akan alami penurunan pasokan ASI ketika Anda kembali menstruasi saat menyusui. Selain penurunan jumlah ASI, rasa ASI juga bisa berubah sementara, dan ini bisa membuat bayi Anda tidak nyaman.
Pasca menyusui berkurang, haid tidak teratur selama beberapa bulan juga wajar terjadi. Konsultasikan dengan dokter Anda jika menstruasi Anda tidak kembali beberapa minggu setelah mulai memperkenalkan makanan selain ASI pada bayi.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.