JUS bisa jadi cara nikmat saat mengonsumsi buah dan sayuran. Ketika membuatnya, ada dua alat yang sering digunakan. Sebut saja juice extractor dan juga blender.
Kenali fungsi dan perbedaan antara juice extractor dan blender agar minuman jus yang dibuat jauh lebih sehat dan bermanfaat. Sebab, masing-masing diantaranya punya kegunaan berbeda dalam memproses jus yang Anda buat. Simak ulasan singkat berikut ini seperti disarikan dari buku '40 Resep Jus Buah Populer', karya Risty Ramadhani, Kamis (8/9/2016).
Juicer atau juice extractor
Buah yang diproses akan disaring dan dipisahkan antara air dan ampasnya. Ampas ini merupakan serat pada buah-buahan yang sebenarnya punya banyak manfaat kesehatan, misalnya serat.
Namun bagi mereka yang lebih sensitif pada sistem pencernaan, penggunaan juicer lebih disarankan ketimbang blender. Karena yang dikonsumsi hanyalah sari dari buah atau sayuran sehingga nutrisi lain semacam vitamin dan mineral lebih cepat diserap tubuh. Air atau sari yang dihasilkan dari buah dan sayuran melalui juicer disebut juice atau jus.
Blender
Buah akan dihaluskan bersama air dan siap disajikan bersama serat-seratnya. Itulah mengapa jus yang diproses dengan blender punya tekstur lebih kental. Jus ini punya ukuran serat lebih kecil sehingga seratnya lebih mudah diserap dan dicerna tubuh. Ukuran serat seperti ini dapat menghambat pelepasan nutrisi ke dalam darah sehingga kadar gula dalam darah tidak akan melonjak drastis.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.