Sutarmidji menambahkan, yang perlu ditingkatkan dari rumah sakit yang masuk dalam Top 35 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 se-Indonesia ini adalah peralatan medis. Bahkan, menurutnya, peralatan medis tersebut lebih mahal dibandingkan dengan nilai bangunan rumah sakit. Betapa tidak, untuk bangunan gedung hanya senilai Rp 43 miliar, sedangkan biaya untuk membeli peralatan medis bisa mencapai Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar, itu pun belum tentu terpenuhi seluruhnya.
Sebut saja, untuk sebuah alat CT Scan, yakni sebuah alat pemindai berbentuk lingkaran yang besar, cukup untuk dimasuki orang dewasa dengan posisi berbaring untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan, dengan jumlah 120-an slices, harganya bisa di atas Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar. Untuk itu, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dalam bentuk Kerja Sama Operasional (KSO).
“Sehingga kita akan banyak bekerja sama dengan pihak ketiga seperti alat hemodialisa atau alat cuci darah dan sebagainya, sepanjang tarifnya tidak melebihi tarif yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.