MOMEN puasa adalah waktu yang tepat untuk mulai belajar mengurangi keinginan makan makanan manis. Pasalnya, kebiasaan makanan manis yang tidak terkontrol bisa mempercepat kerusakan pankreas yang terkait dengan penyakit diabetes.
Makan makanan manis atau mengandung gula pada dasarnya dibutuhkan untuk sumber energi. Tapi jika jumlahnya melebihi energi yang dikeluarkan lewat aktivitas fisik, sisa kalori gula yang disimpan akan memicu kegemukan dan kerusakan organ tertentu, kata dokter spesialis gizi klinik Dr dr Inge Permadi, SpGK.
"Kalori yang terkandung di gula merupakan sumber tenaga. Kalau dijadikan sumber energi tidak masalah. Tapi kalau tidak terpakai, itu akan ditabung ke dalam tubuh sehingga memicu obesitas dan menantang pankreas untuk lebih banyak memproduksi hormon insulin," tuturnya, dalam acara kampanye “Gerakan 7 Hari Minum Susu” di Jakarta, kemarin.
Hormon insulin adalah hormon yang membantu menyalurkan gula atau glukosa darah ke dalam sel-sel tubuh untuk dibakar sebagai energi. Ketika jumlah gula darah meningkat, pankreas harus memproduksi lebih banyak insulin sehingga kadar gula darah tetap stabil.
"Karena konsumsi gula tidak terkontrol, maka pankreas akan dipaksa untuk terus memproduksi hormon insulin yang akhirnya membuatnya kelelahan dan memicu penyakit yang disebut diabetes atau kencing manis," jelasnya.
Diabetes karena naik turunnya kadar gula darah terlalu tajam (fluktuasi) adalah jenis diabetes yang paling sering muncul di masyarakat. Penyakit diabetes mellitus itu disebut diabetes tipe 2. Sementara itu diabetes tipe 1 berawal dari kerusakan atau gagalnya pankreas memproduksi insulin yang cukup untuk mengikat gula darah.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.