Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pentingnya Lari Zig-Zag saat Diuber Komodo

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Kamis, 26 Mei 2016 |07:21 WIB
Pentingnya Lari Zig-Zag saat Diuber Komodo
Pentingnya lari zig-zag saat diuber komodo (Foto: Okezone)
A
A
A

MENGUNJUNGI Pulau Komodo menjadi destinasi yang keren untuk disambangi. Travellers harus waspada jika berdiri di dekat Komodo.

Komodo dapat menyerang manusia sewaktu-waktu. Hal ini dikarenakan kadal raksasa ini terlahir sebagai hewan karnivora atau pemakan daging, baik daging hewan maupun manusia.

Saat lapar, Komodo yang kita lihat berjalan bisa saja mengejar. Jika hal ini terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti yang dijelaskan oleh ranger bernama Usman.

“Hindari berdiri di jalan. Jika dikejar, kami anjurkan pengunjung naik ke atas pohon. Karena Komodo yang bisa memanjat pohon hanya yang kecil,” ujar Pak Usman kepada Okezone di Pulau Komodo baru-baru ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Komodo di bawah tiga tahun tinggal di atas pohon. Setelah cukup umur untuk berburu, baru Komodo meninggalkan pohon dan hidup di tanah.

Tetapi jika pengunjung tidak bisa memanjat, Pak Usman menyarankan pengunjung untuk lari. Tetapi cara berlari untuk menghindari kejaran Komodo juga tidak sembarangan.

“Kalau tidak bisa naik, lari. Tapi usahakan larinya tidak lurus, melainkan zig-zag. Karena Komodo lebih cepat dari kita. Kecepatan komodo 15-20 kilometer per jam dengan jarak pendek,” jelas Pak Usman.

Mengapa kita disarankan untuk berlari zig-zag? Pak Usman mengatakan karena dengan cara ini, Komodo akan kesulitan mengejar mangsanya karena memiliki ekor yang cukup panjang. "Tubuhnya sulit menyesuaikan pengejaran terhadap mangsa dengan cara zig-zag," tutupnya.

(Johan Sompotan)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement