Advertisement
Advertisement

4 Penyakit Alat Reproduksi yang Ditakutkan Wanita

Erika Kurnia , Jurnalis-Rabu, 25 Mei 2016 |08:36 WIB
4 Penyakit Alat Reproduksi yang Ditakutkan Wanita
Ilustrasi (Foto: Love)
A
A
A

DI era modern seperti ini, berbagai penyakit tidak menular kian banyak diidap wanita di seluruh dunia. Beberapa penyakit yang paling ditakuti ada di organ reproduksi perempuan dan wanita. Apa saja itu?

Disampaikan dokter spesialis kebidanan dan penyakit wanita dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Dr Adrian Setiawan, SpOG, ada empat penyakit yang paling dikhawatirkan wanita. Bervariasi dari yang ringan sampai yang berat, penyakit-penyakit tersebut adalah miom, endometriosis, kanker ovarium, dan kanker serviks.

"Penyakit yang paling sering ditemukan pertama adalah mioma, yang juga disebut fibrodi atau leiomioma. Miom ini hanya tumor jinak yang sebenarnya bukan hal yang menakutkan. Meski diperkirakan dialami 45 persen wanita, banyak yang tidak sadar dengan penyakit ini," katanya dalam diskusi media yang dihelat di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa 24 Mei 2016.

Bentuk gangguan yang ditengarai karena mutasi genetik ini bisa bervariasi ukurannya, antara 1mm - 2 cm, dan hanya muncul di usia subur, yaitu saat perempuan menstruasi sampai menopause. Miom sendiri kerap tidak bergejala dan selama tidak mengganggu maka intervensi seperti operasi tidak diperlukan, jelasnya.

"Berikutnya adalah endometriosis atau kista coklat, yaitu suatu kondisi di mana kelenjar endometriosis tumbuh di luar rongga rahim. Kasusnya mencapai 5-10 persen di usia subur dan 30 persen memperberat wanita infertil. Umumnya ini tidak perlu ditangani, kecuali kalau sudah sampai menimbulkan nyeri yang mengganggu," jelasnya.

Penyakit yang paling mengerikan dan sering ditakuti karena terlambat dideteksi adalah kanker ovarium atau indung telur dan kanker serviks atau leher rahim, kata dr Adrian. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar di Indonesia, kanker yang paling banyak ditemukan pada wanita adalah kanker serviks selain kanker payudara.

"Tapi kanker serviks lebih mudah dicegah dan dideteksi karena kini sudah ada vaksinnya. Selain itu, deteksi dini dengan pap smear pada wanita yang sudah aktif seksual juga bisa dilakukan. Sementara itu, kanker ovarium masih lebih mengkhawatirkan karena tidak ada gejala khas dan banyak yang tidak terselamatkan karena terlambat dideteksi," ungkapnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement