Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Hidung Setiap Orang Berbeda Bentuk?

Erika Kurnia , Jurnalis-Selasa, 24 Mei 2016 |12:00 WIB
Mengapa Hidung Setiap Orang Berbeda Bentuk?
Bentuk hidung setiap orang berbeda-beda (Foto: Stylecraze)
A
A
A

SECARA umum ada dua bentuk hidung yang kita ketahui, yaitu mancung dan pesek. Tapi kalau kita lihat lebih jauh lagi, hidung mancung atau pesek pun memiliki bentuk khas yang berbeda-beda. Sebenarnya dari mana perbedaan bentuk tersebut berasal?

Dilansir dari Foxnews, Selasa (24/5/2016), sebuah penelitian baru, yang diterbitkan tanggal 19 Mei lalu dalam jurnal Nature Communications, menemukan ada empat gen yang membentuk variasi dalam organ penciuman manusia ini.

Dua gen, yang disebut GLI3 dan PAX1, diperkirakan mempengaruhi besarnya lubang hidung. Sementara yang lain, yang disebut DCH2 mengendalikan ketajaman ujung hidung. Gen keempat yang disebut Runx2 yang bertanggung jawab menentukan luasnya batang hidung.

Para peneliti mempelajari ini pada hampir 6.000 orang Kolombia, Peru, Brazil, Chili, dan Meksiko yang berpartisipasi dalam studi Candela, sebuah studi berkelanjutan di Amerika Latin. Orang-orang dalam studi ini memiliki campuran Kaukasia, Afrika, dan asli Amerika, sehingga menciptakan berbagai fitur wajah.

Tim penelitian menganalisa fitur wajah peserta dan juga melakukan rekonstruksi 3D untuk 3.000 peserta, untuk mendapatkan pengukuran yang tepat dari fitur wajah mereka. Menariknya, tiga dari gen yang ditemukan, yaitu GLI3, Runx2, dan DCH2 tampak telah berevolusi dan mengalami seleksi alam.

"Mencari tahu peran dari masing-masing gen membantu kita untuk mengumpulkan jalur evolusi dari Neanderthal sampai manusia modern. Ini membuat kita lebih memahami bagaimana gen mempengaruhi bentuk fisik kita, yang penting untuk aplikasi forensik," kata salah satu penulis studi, Kaustubh Adhikari, dari University College London.

Meskipun banyak orang berpikir bentuk hidung hanya murni sebagai fitur estetika, peneliti menduga bahwa bentuk hidung yang berbeda berkembang dalam lingkungan yang berbeda untuk alasan yang berbeda, kata para penulis studi.

"Sebagai contoh, hidung orang Eropa yang relatif sempit untuk adaptasi iklim kering yang dingin. Mengidentifikasi gen yang mempengaruhi bentuk hidung memberikan kita cara baru untuk menjawab pertanyaan ini, serta evolusi wajah pada spesies lain," kata pemimpin penulis studi Andrés Ruiz-Linares, seorang ahli biologi di University College London.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement