LABUAN Bajo menjadi salah satu destinasi wisata favorit saat ini. Lalu apa oleh-oleh yang bisa dibawa pulang dari sini?
Pulau Flores dikenal dengan tenun ikatnya yang memiliki motif indah. Biasanya, tenun-tenun ini dijual dengan harga yang cukup mahal karena proses pembuatannya memakan waktu cukup lama.
Untuk satu tenun ikat atau yang dalam bahasa setempat sering disebut sebagai kain sarung, harga dipatok mulai dari Rp300 ribu hingga jutaan rupiah. Tetapi jika ingin membawa pulang tenun ikat langsung dari pembuatnya, wisatawan dapat membelinya di Kampung Bena, Bajawa.
Selain kain tenun, beberapa oleh-oleh yang bisa dibawa pulang adalah pahatan komodo dari berbagai ukuran, kerajinan tangan dari kerang, tempurung kelapa dan kalung.
Sementara untuk oleh-oleh khas umum, wisatawan bisa membeli kaos maupun tas bertuliskan "Komodo" sebagai oleh-oleh. Harga untuk tas kecil dipatok mulai Rp65 ribu. Sedangkan kaos bertuliskan "komodo" berukuran kecil bisa didapatkan dengan harga mulai Rp75 ribu.
Tetapi sayangnya, untuk mendapatkan oleh-oleh di Labuan Bajo, tidak banyak toko suvenir yang bisa menjadi pilihan. Hal ini pun ditanggapi oleh Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur, Eden Kalakik.
"Kami memang sedang berusaha membangun beberapa titik lokasi penjualan suvenir supaya wisatawan tidak kesulitan mendapatkan suvenir," tutur Eden kepada Okezone di Labuan Bajo, NTT baru ini.
Tetapi Eden belum memastikan kapan area penjualan suvenir bisa didirikan di Labuan Bajo. Eden menambahkan, oleh-oleh yang menjadi favorit wisatawan saat mengunjungi Labuan Bajo adalah kain tenun dan pahatan komodo.
"Kain tenun dan pahatan komodo paling banyak dicari. Karena keduanya adalah ciri khas dari Flores," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.